Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menkes Mulai Budayakan Jamu di Kantor Kemenkes

Erika Kurnia , Jurnalis-Senin, 24 November 2014 |14:44 WIB
Menkes Mulai Budayakan Jamu di Kantor Kemenkes
Menkes budayakan minum jamu (Erika/Okezone)
A
A
A

SEBAGAI minuman kesehatan tradisional yang telah terbukti secara empiris sebagai warisan budaya. Jamu harus mulai dibudayakan dalam keseharian masyarakat. Hal ini seperti yang mulai dilakukan dalam lingkungan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. dr. Nila F Moeloek, Sp.M(K)., mengatakan mereka sudah mulai membudayakan jamu dalam lingkungan kantor Kemenkes. Di antaranya seperti mencoba untuk mengganti suguhan teh atau kopi dengan jamu tradisional dan membudayakan tanaman jamu.

“Kami sudah memulai dengan meminta untuk menyajikan minuman jamu. Bahkan di lantai empat Kemenkes, kami sudah menanam 100 jenis tanaman herbal bersama ibu-ibu Persatuan Kementerian Kesehatan,” tuturnya saat diwawancarai di Ruang J. Leimena, Gedung Kementerian Kesehatan RI, Jakarta Selatan, Senin (24/11/2014).

Ditemui dalam acara pengukuhan Dr. dr. Lestari Handayani, M.Med sebagai Profesor Riset Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) ke-11, yang meneliti “Budaya Minum Jamu dalam Mendukung Pelayanan Kesehatan di Indonesia”, Menkes sangat mendukung pembudayaan kembali dan penelitian mengenai jamu dalam menghadapi tantangan dunia modern.

“Kita harus menghargai apa yang ada di negara kita. Kita memiliki banyak bahan alami yang dapat dimanfaatkan dan dikembangkan untuk kesehatan, seperti jamu. Oleh karena itu, kita perlu kembali kepada jamu, terlebih di era kerja, kerja, dan kerja ini,” pesannya dalam pidato sambutan.

(Renny Sundayani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement