Beberapa infeksi virus seperti cyto megalo virus (CMV), HIV, EBV, dan Hepatitis C dapat menjadi penyebab dari kanker yang juga disebut kanker limfoma ini. Penyakit autoimun seperti artritis reumatologi, atau bahkan asma dan alergi akut, juga dapat mengawali perkembangan kanker getah bening.
Menurut keterangan ahli kanker medik dan hematolog ini, di Asia, termasuk Indonesia, frekuensi kasus kanker getah bening terbilang tinggi dibanding dengan kasus di negara-negara maju.
"Wilayah Asia, termasuk Indonesia, memiliki angka kejadian kanker getah bening yang terbilang tinggi. Ini karena masih rentannya lingkungan kita terhadap penyebaran infeksi, yang memungkinkan orang untuk terkena virus-virus penyebab kanker getah bening ini," imbuhnya.
Seperti halnya kanker lain, kanker getah bening memiliki banyak faktor risiko. Ini seperti pola hidup (contohnya yang memungkinkan seseorang menderita HIV), hidup di lingkungan kumuh yang mungkin menularkan infeksi CMV, lingkungan hidup tercemar, dan faktor internal lain seperti obesitas, kurangnya olahraga, dan riwayat kanker dari keluarga.
(Renny Sundayani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.