DESAINER memang harus mengikuti tren mode dunia. Kendati demikian, mereka juga tetap harus menyesuaikan dengan kondisi yang ada.
Hal inilah yang diungkapkan desainer Ari Seputra. Pemilik label major minor itu mencontohkan, busana berbahan kain yang tebal seperti baju diving tengah menjadi tren. Kendati demikian, Ari mengaku jika bahan tersebut kurang pas di Indonesia.
"Sekarang sedang in sekali bahan scuba. Selain itu juga sedang in busana dengan neo print. Memang tren banget juga sekarang pakai baju yang modelnya mengembang," terangnya di Fashion Link, Senayan City, Jakarta, Senin, 3 November 2014.
Bagi Ari, penyesuaian tersebut bertujuan, agar target konsumennya bisa tercapai. " Seperti koleksi Autumn Winter saya kemarin, saya tidak pakai kain yang berat seperti wool atau kashmir. Karena saya juga perlu menyesuaikannya dengan pasar Indonesia. Akhirnya saya pakai alternatif bahan yang kesannya tebal tapi light. Jatuhnya enak di badan tapi tidak terlalu tebal," jelasnya.
Lebih lanjut, Ari juga bercerita saat mengadakan show di Paris. Saat itu, dia memilih untuk membuat koleksi yang sesuai dengan karakternya dibanding mengikuti apa yang dilakukan desainer di sana.
"Di Paris itu sudah banyak yang membuat coat dan mereka juga sudah mahir membuatnya. Orang-orang di sana juga beli coat di butik-butik terkenal. Jadi buat apa kita buat itu? Untuk apa juga memaksa bikin baju tebal setengah mati yang tidak bisa dipakai di sini," simpul Ari.
(Ainun Fika Muftiarini)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.