"Studi lebih lanjut untuk mengevaluasi dampak kesehatan dari rokok elektronik pada penggunaan jangka panjang masih diperlukan," tulisnya lagi.
Tembakau merupakan salah satu isu global yang sedang marak dibicarakan dan digalakan dalam rangka memerangi rokok. Merokok tidak hanya merugikan pengguna tetapi juga lingkungan sekitarnya.
Studi menunjukkan bahwa asap rokok yang dihembuskan mengandung nikotin 4-6 kali daripada yang dihirup oleh pengguna, itulah mengapa merokok juga membahayakan bagi orang-orang di sekitar, atau perokok pasif.
Saat ini WHO sedang memerangi epidemi tembakau dengan berbagai strategi, salah satunya adalah dengan menggalakan upaya berhenti merokok. Selain melalui teknik konseling juga dilakukan dengan menggunakan terapi pengganti nikotin atau Nicotine Replacement Therapy (NRT), seperti permen karet, tablet hisap, sediaan tempel kulit, inhaler, dan semprot hidung.
(Renny Sundayani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.