Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Miris, Gadis Madura Banyak Menikah di Bawah Umur

Syaiful Islam , Jurnalis-Sabtu, 01 November 2014 |12:38 WIB
Miris, Gadis Madura Banyak Menikah di Bawah Umur
Risiko menikah muda (Foto: Realitycheckgirl)
A
A
A

USIA pernikahan gadis yang ada di Pulau Madura, Jawa Timur, masih terbilang dibawah umur. Pasalnya, masih banyak ditemukan gadis madura yang menikah pada usia 16 tahun. Padahal, dari segi jasmani dan rohani masih belum siap membina rumah tangga.

Tidak jarang mereka yang menikah pada usia muda dan hamil, lalu mengalami keguguran. Seharusnya seorang perempuan menikah minimal usia 21 tahun. Jika menikah pada usia 21 tahun, dipastikan sudah siap jasmani dan rohani.

 

"Berdasarkan hasil pendataan kita, rata-rata perempuan disini menikah pada usia 18 tahun. Bahkan, ada juga yang menikah masih berumur 16 tahun," terang Kepala BKKBN Kabupaten Bangkalan, Lily S Mukti, Sabtu (1/11/2014).

Lily menjelaskan, jika seorang perempuan menikah pada usia 18 tahun, apalagi berusia 16 tahun dari segi jasmani dan rohani belum siap. Tak jarang mereka kerap kali mengalami keguguran. Seharusnya usia minimal seorang perempuan menikah 21 tahun.

"Kalau menikah pada usia 21 tahun sudah siap, baik rohani maupun jasmani. Jika dibawah umur 21, dari sisi psikologis mereka akan berpikir masak masih muda sudah punya anak. Sehingga dalam merawat anak kurang maksimal," ujarnya.

Menurut Lily, kedepan pihaknya akan lebih mengefektifkan pelayanan terhadap masyarakat dalam membentuk keluarga bahagia dan sejahtera, dengan dua anak cukup. Untuk membentuk itu, ada sebuah terobosan atau new inisiatif.

"Seperti program generasi berencana, bina keluarga balita, bina keluarga lansia, dan bina keluarga remaja. Dari empat program itu diharapkan, dalam satu keluarga si balita bisa tumbuh jadi anak sehat dan cerdas, terus pada remaja berkualitas," ucapnya.

Disusul dengan penundaan perkawinan menjadi 21 tahun untuk wanita, bukan lagi menikah pada usia muda. Sedangkan untuk para lansia tetap produktif dan aktif.

"Jadi intinya, kami tidak hanya fokus pada pelayanan KB, melainkan juga ingin membentuk keluarga sejahtera dan remaja mengerti usia perkawinan," tandasnya.

(Renny Sundayani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement