KEBANYAKAN orang lebih memilih menggunakan produk dari luar karena ketenaran dari sebuah brand. Padahal faktanya, produk lokal asli juga tidak kalah dalam kualitas dan harga.
Cinta produk lokal sudah lama diterapkan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Tujuannya, masyarakat bisa lebih bangga menggunakan produk tersebut. Namun, ketika mulai menggunakan produk dalam negeri, tak sedikit pula yang menyebut bahwa produk dalam negeri ‘murah'.
Hal inilah yang tidak disepakati oleh desainer Musa Widyatmodjo. Menurutnya, Indonesia memiliki berbagai produk atau karya yang berkualitas. Bahkan harganya pun juga tidak kalah saing dengan produk luar.
“Ada produk yang murah, tapi banyak juga produk lokal yang mahal dan tidak kalah saing dengan prioduk dari Amerika dan Eropa, baik dari segi kualitas dan harga. Saya sebagai desainer sekaligus pelaku industri lokal tidak suka jika ada yang bilang,’ ini produk lokal, murah loh’,” terang Musa Widyatmodjo kepada Okezone melalui sambungan telefon, Senin (27/10/2014).
Advisor Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) ini berharap masyarakat dapat memahami bahwa produk dalam negeri sudah berkembang dan sangat berkualitas. Bahkan dari segi harga, banyak produk lokal yang memiliki harga tinggi, seperti halnya batik.
“Dalam berkomunikasi melalui pakaian, seharusnya dalam mengkomunikasikannya harus berhati-hati, apalagi kalau menyebut produk lokal atau produk indonesia itu murah. Misalnya saja masyarakat Indonesia membeli batik yang halus, bagus dan mengeluh harganya mahal. Mereka tidak tahubahwa itu buatnya setengah mati, jadi hati-hati dalam mengatakan bahwa produk lokal itu murah,” tutupnya.
(Ainun Fika Muftiarini)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.