Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pengalaman Catwalk Memalukan Bagi Laura Muljadi

Raiza Andini , Jurnalis-Minggu, 12 Oktober 2014 |14:32 WIB
Pengalaman <i>Catwalk</i> Memalukan Bagi Laura Muljadi
Model Laura Muljadi (Foto: Okezone)
A
A
A

MODEL Laura Muljadi 10 tahun di dunia fashion. Ada satu kejadian unik dan memalukan yang pernah dialami Laura Muljadi di panggung catwalk Indonesia.
 
Pada saat itu, Laura menerima job catwalk di salah satu daerah di Indonesia. Dia diharuskan untuk mengenakan busana crop top India serta rok lebarnya di sebuah mall dan berputar-putar dengan membawa gendang, gitar dan juga seruling.
 
Laura yang sudah berjalan di berbagai catwalk seperti dibuat malu dan canggung. Apalagi dia harus berhadapan dengan model lokal bertubuh pendek yang harus menggendongnya saat membawa alat musik tersebut.
 
“Jadi ada model cowok lokal, mukanya India banget, aku diingetin nanti aku akan dibawa sama dia. Aku tanya, dibawa gimana maksudnya? Jadi aku bakal digendong di pundaknya dia. Aku langsung kaget, karena badan aku lebih besar dari dia, jadi akhirnya aku suling aja,” ungkapnya di kantor redaksi Okezone, Kebon Sirih, Jakarta, Senin (06/10/2014).
 
Dengan kejadian memalukan tersebut, Laura sempat trauma dan tidak ingin berjalan di catwalk kota tersebut. Karena, memiliki konsep peragaan busana yang super aneh. Semenjak dari sana, selama enam bulan Laura Muljadi yang sering ditawari memeragakan busana desainer lokal menolak ajakan pihak penyelenggara karena mengingat kejadian tersebut.
 
“Aku jadi gimana ya, enam bulan aku gak mau catwalk di kota itu. Parahnya lagi, lagu Om Shanti Shanti itu diganti dengan Laura Laura, aku langsung malu banget,” serunya.  

(Johan Sompotan)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement