WAYANG menjadi warisan nenek moyang yang bernilai tinggi dan wajib dilestarikan. Caranya Museum Wayang Jakarta membuat pagelaran wayang rutin dengan dalang muda Indonesia agar tetap eksis.
"Kami memberi fasilitas kepada dalang-dalang muda Indonesia agar bisa tetap eksis dengan mengadakan pagelaran rutin di Museum Wayang," ucap Kepala Seksi Pameran dan Edukasi Museum Wayang Budi Santoso kepada Okezone, di Museum Wayang, Jakarta, Senin (7/7/2014)
Sejak Museum Wayang berdiri 1975, pengelola bekerjasama dengan Persatuan Dalang Indonesia (Pepadi) tingkat kota memfasilitasi dalang Indonesia, terutama generus muda ikut melestarikan wayang dengan mengadakan pagelaran wayang di panggung.
"Acaranya rutin setiap bulan empat kali dalam seminggu. Tapi saat bulan puasa seperti ini ditiadakan," lanjutnya
Setiap kali pagelaran cerita wayang yang ditampilkan berbeda-beda. Satu cerita durasinya bisa memakan waktu hingga empat jam.
Pagelaran di sini terbagi dua, yakni pagelaran wayang kulit penokohan panggung dan video tiga dimensi tentang cerita wayang zaman dulu yang tak membosankan.
Museum Wayang juga memiliki pertunjukan wayang beber metropolitan yang unik dengan tampilan lebih ekstrem. Pertunjukan tersebut tidak memakai wayang sungguhan dan uniknya diiringi musik-musik eksperimental modern.
Kalau wisatawan ingin menyaksikan pagelaran ini bisa hadir di hari Minggu mulai pukul 10.00 hingga 14.00 WIB di dalam area Museum Wayang, Taman Fatahillah, Jakarta Barat.
(Johan Sompotan)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.