Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Waspada, Dua Obat Jadi Cara Murah Remaja Nge-fly!

Qalbinur Nawawi , Jurnalis-Senin, 26 Mei 2014 |18:16 WIB
Waspada, Dua Obat Jadi Cara Murah Remaja <i>Nge-fly</i>!
Diskusi penarikan obat (Foto: Qalbi/Okezone)
A
A
A

MULAI Juni 2014, zat berbahan dekstrometorfan akan ditarik dari peredaran. Keluarnya peraturan ini akibat penyalahgunaan pada kalangan remaja yang menjadikan dekstro sebagai cara murah untuk mabuk.

Penyalahgunaan obat menjadi cara murah untuk mabuk tak hilang begitu saja. Belakangan, para remaja semakin cerdik menemukan cara baru agar bisa tetap mabuk.

Dra Sri Utami Ekaningtyas, Apt. MM, Direktur pengawasan NAFZA BPOM, mengatakan bahwa remaja sekarang kian pintar. Sebelum keluar surat keputusan menarik dekstrometorfan perlahan dari peredaran, para remaja menemukan tramadol dan trihexyphenidyl sebagai cara untuk bisa mabuk dengan cara murah, apakah dengan membuat resep palsu atau langsung "menodong" ke toko obat.

"Sudah mulai setahun ini, tren mengonsumsi kedua obat ini muncul," kata Dr Sri dalam acara bertema “Penggunaan Zat Berbahaya Pada Obat-obatan: Sosialisasi Terhadap Penarikan Zat Berbahan Dekstro Metorfan Tunggal”, di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Senin, (26/5/2014).

Dalam kondisi itu, kata dia, pengawasan keluarga dan sekolah sangat diperlukan. BPOM memang sudah membuat regulasi dan memersempit ruang untuk anak muda bisa mabuk, lewat surat keputusan penarikan 130 item dekstro per Juni 2014. Namun, tetap diperlukan peran keluarga dan sekolah jika mereka menemukan anaknya menunjukkan tanda-tanda mabuk.

Pentingnya pengawasan turut mengingat efek buruknya bagi tubuh. “Sebagai gambaran, mereka yang mengonsumsi 60 butir tramadol dan trihexyphenidyl saja sudah bisa gagal ginjal atau overdosis. Kejadian itu mungkin tidak seketika fatal bagi tubuh, tapi jelas sama berbahayanya dengan narkoba,” bebernya.

"Kenapa obat ini berbahaya? Ini adalah obat yang biasa dipakai psikiatri, untuk obat penenang. Kemudian juga harus sesuai dengan resep dokter, dan jika dikonsumsi tanpa resep serta berlebihan, tentu berefek buruk bagi tubuh," pungkasnya.

(Ainun Fika Muftiarini)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement