Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mendaki Bukit Lawang nan Curam, Paling Seru Kala Malam

Winda Destiana , Jurnalis-Minggu, 27 April 2014 |12:46 WIB
Mendaki Bukit Lawang nan Curam, Paling Seru Kala Malam
Bukit Lawang (Foto: Indonesiatravel)
A
A
A

BUKIT Lawang adalah pintu gerbang ke dalam hutan Sumatera yang legendaris. Medannya licin, lerengnya curam, serta berlumpur, maka menjelajahi hutan di sini adalah petualangan yang menkjubkan. Perjalanan melalui hutan rimbun akan mendebarkan, bak Anda masuk dalam dunia baru.  
Hutan ini merupakan lebat yang menarik hati, orangutan merupakan daya tarik utama di sini. Bukit Lawang adalah salah satu tempat terbaik di dunia untuk menemukan primata langka dan hampir punah. Melihat makhluk anggun berayun-ayun melalui ranting-ranting pohon, hutan ini adalah salah satu komunitas terbesar orangutan karena lebih dari 5.000 orangutan tinggal di sini, seperti dilansir dari laman Indonesiatravel.
 
Pusat rehabilitasi orangutan adalah tempat bagi orangutan yatim piatu yang dilatih hidup di alam bebas. Pusat ini telah beroperasi sejak 1973 dan hingga kini telah menarik pengunjung dari seluruh dunia untuk melihat sekilas makhluk menakjubkan. Jumlah orangutan di hutan ini telah menurun akibat perburuan liar, perdagangan satwa, dan lingkungan yang rusak.
 
Pusat rehabilitasi ini membantu orangutan kembali kebiasaan alami mereka dengan menempatkannya melalui pelatihan yang intensif sebelum dikeluarkan ke alam liar. Ketika primata ini kembali hutan, pusat rehabilitasi terus menyediakan suplemen makanan dan pemeriksaan rutin.
Treking di malam hari adalah favorit para pengunjung.
 
Kebanyakan pengunjung memilih perjalanan dua hari untuk dapat memiliki kesempatan melihat orangutan dan satwa liar lainnya di habitat alami mereka. Petualangan ini berbahaya bagi wisatawan yang sendirian melakukan treking di hutan sehingga setiap perjalanan harus dibimbing oleh seorang pemandu yang berpengalaman. Pastikan Anda memberitahu pemandu jika ingin melihat tanaman atau hewan tertentu.
 
Harga untuk perjalanan treking termasuk makanan dasar, biaya pemandu, izin dan peralatan berkemah. Pastikan Anda juga meminta pemandu mengunjungi gua kelelawar. Anda harus berangkat pagi-pagi agar tidak melewatkan momen mendebarkan dan langka di dalam hutan.
 
Jika tidak ingin melakukan treking di malam hari, Anda dapat meminta pemandu untuk membawa Anda dalam perjalanan selama beberapa jam. Ada juga sejumlah perjalanan singkat sekitar Bukit Lawang yang tidak memerlukan pemandu atau izin. Rasakan arus Sungai Bohorok dengan menggunakan perahu karet. Kegiatan ini harus dilakukan di bawah pengawasan pemadu berpengalaman karena arus di sini sangat kuat.
 
Berdekatan dan memberi makan orangutan merupakan pengalaman yang luar biasa. Waktu makan ada dua tahap, yaitu pukul 08.30 dan 15.00; Anda juga bisa memberi mereka makan susu, pisang, dan makanan lainnya yang diberikan oleh pusat rehabilitasi. Semua kegiatan dalam Taman Nasional Gunung Leuser harus dilakukan dengan izin dan bimbingan staf pusat rehabilitasi.
 
Jika Anda menyukai tantangan, cobalah mendaki ke puncak Gunung Leuseur (3.404 meter). Perjalanan ini memakan waktu sekira 10-14 hari. Desa kecil Angasan adalah titik awal pendakian. Lima hari pertama akan dihabiskan treking melalui hutan hujan dimana primata langka seringkali dapat dilihat. Kondisi Anda harus sehat dan disertai oleh pemandu.
 
Ketika masuk ke dalam hutan Sumatera, Anda bisa berkeliling dengan berjalan kaki. Perjalanan melalui hutan liar dan berlumpur, mencoba dan melihat sekilas satwa liar. Taman ini adalah rumah bagi hewan Sumatera dan hewan di dunia yang paling eksotis yaitu gajah, harimau, beruang madu, macan tutul dan orangutan yang terkenal. Mendaki bukit untuk melihat pemandangan yang luar biasa dari lanskap spektakuler. Untuk petualangan yang mendebarkan rasakan derasnya arus sungai yang liar.

(Fitri Yulianti)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement