VIRUS west nile adalah jenis virus yang ditularkan melalui nyamuk jenis culex pipiens. Virus ini pertama kali diidentifikasi di sungai nil bagian barat Uganda, Afrika Timur pada 1937.
Seiring berjalannya waktu, virus ini menyebar secara global dengan kasus pertama di New York, Amerika Serikat pada 1999.
Virus ini mengakibatkan lebih dari 200 orang meninggal dunia. Suranaya adalah pertama kali ditemukannya virus west nile. Setelah berhasil diidentifikasi oleh Institute of Tropical Disease UNAIR Surabaya.
Dan ditemukan pembawa virus west nile adalah nyamuk jenis culex pipiens yang biasa berkembang di rumah warga.
Indonesia merupakan negara tropis dengan lingkungan yang harus berbenah, pendidikan yang belum ideal serta belum terbiasa dengan perilaku hidup sehat bagi sebagian masyarakat menjadi peluang nyamuk jenis culex berkembang. Dengan kondisi seperti ini, Indonesia berpotensi untuk terserang virus west nile yang notabene berkembangnya nyamuk jenis ini hidup di sekitar lingkungan tempat tinggal.
Virus west nile membuat warga mulai mengantisipasi. Salah satu caranya ialah memerhatikan kebersihan lingkungan terutama tempat berkembangnya nyamuk jenis culex pipiens, seperti bak kamar mandi, genangan air, serta air tempat minuman burung peliharaan.
Sebagian besar pasien yang teridentifikasi virus west nile adalah masyarakat yang berkaitan dengan pemeliharaan burung.
Dr Bimo Aksono M.Kes drh selaku Ketua Tropical Disease Diagnostic Center mengatakan, untuk pencegahan penyebaran nyamuk dan mengurangi risiko infeksi virus west nile, ada beberapa yang harus dilakukan yakni kenakan baju lengan panjang serta penutup air yang bisa jadi tempat sarang nyamuk.
Meningat virus ini belum ditemukan obatnya maka kewaspadaan yang menjadi kunci utama agar tak terjangkit virus yang baru ditemukan di Indonesia.
Saat ini, yang sudah teridentifikasi dari 35 pasien, 12 di antaranya positif terinfeksi virus west nile.
Seperti diketahui, virus west nile ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi. Pada hakekatnya, semua jenis nyamuk dapat menjadi perantara, terutama nyamuk jenis culex. Sementara burung juga berfungsi sebagai tempat berkembang biak virus.
Burung menjadi instrumen utama dalam penyebaran virus. Siklus hidup virus west nile berpindah dari burung ke burung dengan perantara nyamuk dan virus berkembang selama berputar pada siklus itu. Virus ini tidak menyebar melalui orang ke orang.
Pada manusia, masa inkubasi virus west nile berlangsung antara satu dan enam hari. Tanda-tanda jika terinfeksi virus west nile adalah demam menggigil, nyeri kepala, nyeri otot secara menyeluruh dan sulit tidur. Di samping itu, dapat pula ditemukan gejala gangguan trointesnal, seperti mual, muntah dan nyeri lambung, suhu badan penderita bisa mencapai 40 derajat celcius. Dan lebih waspada, virus ini juga menyebabkan infeksi pada lapisan otak dan urat syarat tulang belakang sehingga bisa menyebabkan kematian. Ini terjadi biasanya pada orang berusia lanjut.
(Dwi Indah Nurcahyani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.