TENUN Buton memang memiliki keunikan yang berbeda. Tidak hanya terletak pada corak dan warna, namun juga fungsinya sebagai media pelekat hubungan sosial bagi masyarakat Buton, Sulawesi Tenggara.
Bagi desainer Ian Adrian, berkreasi dengan tenun Buton bukan sekedar tantangan. Tapi juga menjadikan sebuah pengalaman yang luar biasa. Apalagi, kain tenun Buton merupakan salah satu mahakarya Indonesia dengan nilai filosofi tersendiri
"Saya ingin mengeksplor yang lain sekaligus mengenalkan budaya ke masyarakat,"ujarnya saat dihubungi Okezone melalui sambungan telefon, Kamis (12/12/2013)
Melalui pergelaran tunggal bertema Buton Makesa atau Buton yang cantik, Ian siap memamerkan koleksi terbaru hasil kreasinya. Acara yang akan berlangsung di depan Masyarakat Buton pada hari Jumat besok tersebut, akan menghadirkan 80 outfit, baik untuk wanita dan pria serta dewasa dan anak-anak.
Untuk rancangan kali ini, Ian juga mengaku terinspirasi dari sisi melankolis setiap individu. Meski berbagan dasar tenun, namun Ian juga menambahkan beberapa kain seperti chiffon, tulle, lace, organdy, silk. Selain itu renda, payet, bordir serta ornamen lain ditambahkan sebagai aplikasi.
Secara keseluruhan, untuk menghasilkan rancangan tersebut, Ian menuturkan butuh waktu yang tidak sedikit. Apalagi dalam proses pengerjaannya, desainer ramah tersebut juga mengalami berbagai kendala.
"Butuh waktu 6-7 bulan untuk persiapan. Kesulitannya karena material yang didatangkan dari daerah lain," tutupnya.
(Tuty Ocktaviany)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.