Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pengambilan Darah Tali Pusat Tidak Diperbolehkan Jika..

Helmi Ade Saputra , Jurnalis-Sabtu, 07 Desember 2013 |14:56 WIB
Pengambilan Darah Tali Pusat Tidak Diperbolehkan Jika..
Aktivitas lab (Foto: Eurostemcel)
A
A
A

PROSES pengambilan stem cell darah tali pusat tidak mengakibatkan rasa sakit pada ibu dan bayi. Namun, ada beberapa kondisi yang tidak diperbolehkan untuk pengambilan darah tali pusat.

Menurut dr. Ekarini A.,Sp.OG ada beberapa kondisi yang tidak diperbolehkan untuk melakukan pengambilan darah tali pusat. Kondisi ini dipengaruhi oleh faktor kegawatdaruratan pada ibu dan bayi.

"Pengambilan darah tali pusat tidak diperbolehkan karena kegawatdaruratan ibu, misalnya persalinannya lama atau melampaui batas waktu perhitungan sesuai standar WHO,"ujar dr. Ekarini dalam talkshow "Save Your Family's Future Health Through Your Baby, Mom!" di Auditorium Prodia Tower, Jakarta Pusat, Sabtu (7/12/2013).

"Selain itu, pengambilan darah tali pusat tidak diperbolehkan jika terjadi ruptura uteri, perdarahan antepartum, gangguan pembekuan darah, dan sesak napas pada ibu pasca partum,"tambah dr. Ekarini.

Sedangkan, dr. Ekarini menjelaskan bahwa pengambilan darah tali pusat juga tidak diperbolehkan karena faktor kegawatdaruratan bayi. Diantara kegawadaruratan bayi tersebut adalah terjadi infeksi intra uteri, plasenta previa, komplikasi pada saat persalinan, dan gangguan pertumbuhan janin terhambat.

"Kalau bayinya kecil, tali pusatnya juga akan pendek, dan pada akhirnya darahnya juga sedikit. Bila terjadi kegawatdaruratan pada ibu atau bayi, maka prioritas kami adalah nyawa mereka, dan tidak memikirkan lagi mengambil darah tali pusat,"jelasnya.

(Tuty Ocktaviany)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement