PERTUNJUKAN memukau selama 120 menit ditampilkan para shaolin kung fu dan pemain akrobat asal China. Apa saja yang mereka tampilkan di Ancol Beach City?
Bayangkan jika Anda dapat menyaksikan generasi muda Jet Li saat memamerkan gerakan kung fu yang indah. Bagi Anda yang suka dengan gerakan akrobatik juga dapat dibuat takjub dengan kelihaian para gadis penampil yang meliuk-liukkan badannya. Semua performa tersebut dapat Anda nikmati di Ancol Beach City, dengan tajuk “The Legend of Shaolin Kung Fu -Shui Wu Han Acrobatic” hingga 21 Juli 2013 mendatang.
"Ini pertama kali mereka datang ke Indonesia dan pertama kali juga akrobat dipadupadankan dengan show shaolin kung fu. Jadi, semacam paket komplet yang bisa dinikmati pengunjung Ancol Beach City," kata Devanty Puri Kencana Sari, Public Relations Ancol Beach City, kepada Okezone saat ditemui di Ancol, Jakarta, baru-baru ini.
Jalan cerita pertunjukan para murid Jet Li generasi keenam ini berkisah tentang seorang anak yang ingin masuk ke perguruan kung fu. Dia dilatih keras oleh seorang guru besar hingga akhirnya di akhir cerita, dia berhasil diangkat menjadi seorang shaolin kung fu.
Uniknya, di sela-sela cerita perjalanan sang anak, ada pula pertunjukan akrobat yang memukau dengan beragam permainannya. Mereka menampilkan atraksi piring, bangku yang disusun menjulang, atraksi bola, sepeda, hingga bergelantungan dengan sehelai kain.
"Secara garis besar, cerita dan penampilannya sama, para shaolin menampilkan jurus kung fu, tapi untuk beberapa jurus memang ada yang berbeda di setiap penampilannya. Begitu juga dengan gadis akrobatik. Misalnya hari ini, pakai alatnya bola, besok bisa jadi pakai sepeda. Jadi, untuk mereka yang nonton dua kali juga enggak akan merasa bosan," jelasnya.
Para pemain ini didatangkan langsung dari China, di antaranya 20 murid shaolin kung fu dari perguruan Jet Li. Sementara, 10 pemain akrobatnya merupakan gadis belia berusia 16-20 tahun yang sering memenangkan beragam kejuaraan di tingkat internasional.
Ancol sendiri mengakui tidak kewalahan mendatangkan pemain langsung dari Negeri Tirai Bambu, terutama dari segi bahasa saat berkomunikasi. Dikatakan Puri, para pemain ini memang tidak dapat berbahasa Inggris, tapi mereka mengakalinya dengan menyediakan penerjemah. Masalah juga tidak ditemukan pada adaptasi para pemain terhadap masakan Indonesia.
"Mereka senang di sini karena bisa menyebarluaskan kung fu. Untuk makanan juga enggak ada masalah, mereka justru suka masakan Indonesia. Kalau kami sajikan bubur, bakpau, atau makanan khas China, mereka malah bosan," ujarnya.
Selesai menyaksikan pertunjukan “The Legend of Shaolin Kung Fu Xi-Shui Wu Han Acrobatic”, Anda bisa berfoto dengan para pemain. Ancol menyediakan satu stan khusus di pintu keluar, dengan tarif Rp50 ribu per sekali potret.
"Banyak juga penonton yang penasaran ingin foto. Ini minggu kedua, buat mereka yang sudah nonton di minggu pertama dan belum foto, bisa datang langsung, tinggal bayar saja," tutupnya.
(Fitri Yulianti)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.