Advertisement
Advertisement

Liburan Sekolah di Lumpur Lapindo

Sony Hermawan , Jurnalis-Sabtu, 29 Juni 2013 |06:07 WIB
Liburan Sekolah di Lumpur Lapindo
Lumpur Lapindo menawarkan pengalaman liburan tidak biasa (Foto: Sony/Sindo TV)
A
A
A

DESTINASI berlibur tidak hanya tempat wisata yang atraktif dan futuristik. Lumpur Lapindo menawarkan pengalaman berlibur yang tidak biasa.

Libur sekolah telah tiba, banyak hal bisa Anda lakukan untuk menyenangkan keluarga. Salah satunya melihat fenomena alam, yakni  luapan lumpur panas Lapindo yang berada di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur. Aktivitas liburan ini mampu menambah pengetahuan si kecil, juga mengasah emosional mereka untuk turut merasakan penderitaan para korban.

Dalam beberapa hari ini, tanggul lumpur di Desa Siring, Kecamatan Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, tidak seperti hari-hari biasa yang terkesan lengang. Semenjak liburan sekolah tiba, silih berganti pengunjung ingin menyaksikan langsung luapan lumpur panas Lapindo dari atas tanggul.

Kebanyakan pengunjung datang dari luar kota maupun luar provinsi. Mereka mengajak keluarganya menyaksikan dari dekat luapan lumpur panas Lapindo yang telah menenggelamkan sembilan desa di tiga kecamatan ini.

Di atas tanggul penahan lumpur Titik 10 ini, tidak lupa mereka mengabadikan diri dengan jepretan kamera ataupun kamera yang ada di ponselnya. Sesekali mereka ingin mengamati dan mengambil lumpur yang keluar dari perut Bumi tersebut.

“Saya diajak orangtua liburan ke Surabaya. Selama di Surabaya, saya dan keluarga ingin sekali melihat langsung luapan lumpur panas Lapindo,” kata Agung, siswa SD Al Irsad Purwokerto, Jawa Tengah.

Sementara itu, menurut Humas Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) Dwinanto Hesti Prasetyo, pengunjung diimbau senantiasa berhati-hati terhadap penurunan tanah di sekitar Titik 10 tanggul penahan lumpur di Siring.

Menurut catatan BPLS, sekira tahun 2010 terjadi amblesan ekstrem pada tanggul sisi timur di Desa Glagaharum, yakni sedalam 2 meter dengan lebar sekira 100 meter. Sementara di tanggul lumpur sebelah barat, tepatnya di sekitar Desa Siring, terjadi penurunan tanah secara konstan, yakni 2 sampai 3 centimeter per bulan.

Namun, dia menegaskan bahwa tidak menutup kemungkinan penurunan tanah secara ekstrem terjadi juga si sisi tanggul sebelah barat yang bisa mengakibatkan jebolnya tanggul penahan lumpur tersebut.

(Fitri Yulianti)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement