Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

2 Jam Sehari, Idealnya Anak Nonton Televisi

Ainun Fika Muftiarini , Jurnalis-Selasa, 07 Mei 2013 |15:06 WIB
2 Jam Sehari, Idealnya Anak Nonton Televisi
Sani B. Hermawan di acara Rinso (Foto: Fika/Okezone)
A
A
A

TERKADANG orangtua sering melarang anaknya nonton televisi. Namun, benarkah tindakan demikian?
 
Ya, tayangan televisi saat ini memang kerap membuat khawatir para orangtua. Kendati begitu, sebenarnya mereka tidak perlu khawatir. Sebab, selama orangtua bisa membatasi dan tahu benar durasi yang sesuai, anak-anak bisa diperbolehkan menonton televisi.
 
Lantas, berapa durasi yang disarankan untuk anak melihat program acara di layar kaca?
 
"Anak-anak sangat direkomendasikan, tapi hanya satu hingga dua jam sehari dengan tayangan edukatif dan sarat nilai positif," kata psikolog keluarga Sani B. Hermawan pada konferensi pers Rinso Persembahkan Cerita di Balik Noda 2 di Djakarta Theater, Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (7/5/2013).
 
Lebih lanjut, Sani juga memperingatkan bahwa durasi tersebut tentu saja harus diperhatikan dengan benar oleh para orangtua. Sebab ketika mereka tidak peduli, maka hal itu akan berdampak pada tumbuh kembang anak ke depan.
 
"Tontonan akan salah lebih dari tiga jam sehari, karena akan menurunkan daya konsentrasi," imbuhnya.
 
Selain itu, pengawasan dan pendampingan dari orangtua pun juga wajib dilakukan. Bahkan, mereka juga harus bisa terlibat secara interaktif dengan para buah hatinya, baik saat menonton televisi ataupun setelahnya.
 
"Jangan didampingi, tapi dibiarkan saja. Setelah menonton juga harus ditanya, sehingga persepsi yang ditangkap anak terhadap tayangan itu bisa sesuai dengan yang diharapkan orangtua," tutupnya.

(Tuty Ocktaviany)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement