KASUS kekerasan yang terjadi pada Ardina Rasti seakan membuka mata banyak orang. Pasalnya, hal ini dapat terjadi pada siapa saja, bahkan pada orang yang tak Anda bayangkan.
Dalam sebuah hubungan romansa, Anda tentu mengharapkan perlakuan yang menyenangkan dan membawa kebahagiaan. Sayang, hal ini tak selamanya seperti yang Anda inginkan. Tak sedikit hubungan romansa yang di dalamnya terjadi tindak kekerasan, baik fisik maupun mental.
Salah satu kasus yang tengah menjadi sorotan ialah kasus Ardina Rasti dan Eza Gionino. Siapa sangka jika kedua sejoli yang terlihat selalu mesra ini menyimpan sejumlah kisah yang memilukan hati. Eza diduga kerap melontarkan kata-kata kasar dan tak jarang melakukan kekerasan fisik pada Rasti.
“Kekerasan ini biasanya tidak akan kelihatan di awal, karena saat itu orang cenderung punya ‘topeng’ dan belum banyak masalah dalam hubungan,” tutur Fredrick Dermawan Purba, M.Si, Psi pada Okezone belum lama ini.
Anda dapat melihat ciri-ciri abuser (pelaku tindak kekerasan) dalam kesempatan yang mengundang stres. “Misalnya saat macet, lihat bagaimana dia menghadapinya. Apakah dia cenderung berkata-kata kasar atau bisa juga melampiaskannya dengan memukul barang dan lain-lain,” papar psikolog yang juga menjadi konsultan pengembangan kepribadian di Leap Institute ini.
Namun, perlu diingat bahwa ciri-ciri tersebut biasanya akan menjadi sebuah kebiasaan dan buka sekali atau dua kali.
“Stres itu wajar, tapi kalau dia menghadapinya dengan cara kasar pada orang lain, berarti dia juga bisa kasar pada kita,” sambungnya. Adapun ketika pasangan sudah pernah menunjukkan sikap kasarnya pada Anda, bukan tak mungkin hal ini akan terulang lagi dan menjadi kebiasaan.
“Sekali memukul, sangat besar kemungkinannya untuk diulang lagi,” tutup psikolog sekaligus dosen di Universitas Padjajaran Bandung ini.
(Tuty Ocktaviany)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.