PENGEMBANGAN ekonomi kreatif sangat tergantung kepada kekuatan sumber daya manusianya. Inilah landasan pemikiran Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Pangestu melakukan kunjungan kerja ke Jepang.
Mari Elka melakukan pertemuan bilateral dengan Miho Takai Wakil Menteri Pendidikan, Budaya, Olahraga, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Ministry of Education, Culture, Sport, and Science and Technology–MEXT) untuk menjajaki kerjasama di bidang ekonomi kreatif. Kunjungan ini sekaligus mendapatkan pemahaman peran MEXT dalam mengembangkan ekonomi kreatif di Indonesia.
Pada diskusi ini, Miho Takai menyampaikan bahwa kerjasama AKB48 dan JKT48 merupakan contoh nyata upaya pertukaran budaya antara Indonesia dan Jepang yang diharapkan dapat diperluas di aspek yang lain. Disampaikan pula bahwa MEXT selalu berkoordinasi dengan Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Industri (Ministry of Economy, Trade, and Industry–METI) sehingga pengembangan ekonomi kreatif di Jepang, baik dari aspek industri, pendidikan dan budaya, merupakan satu kesatuan kebijakan dalam upaya menjaga keseimbangan antara budaya pop dan budaya tradisi Jepang.
Mari menyampaikan, Indonesia sangat tertarik menjalin kerjasama lebih erat dengan MEXT, khususnya pengembangan sumberdaya manusia di sektor industri kreatif. Beberapa isu yang perlu bagi Indonesia untuk saling berbagi, adalah pertama, menyediakan ruang publik, seperti galeri, teater, museum dan beberapa tempat terbuka.
"Indonesia tidak memiliki galeri, teater, dan museum yang tersebar di seluruh Indonesia sehingga jalan umum dapat dimanfaatkan sebagai ruang publik temporer untuk pertunjukan musik atau tari. Tentunya pengembangan ruang publik ini akan sangat terkait dengan perencanaan tata kota," jelas Mari, dalam keterangan persnya, Minggu (23/9/2012).
Kedua, bagaimana seni pertunjukan atau musik atau seni budaya supaya dapat dikembangkan tanpa menghilangkan jati diri tradisi Jepang.
Menanggapi hal tersebut, Miho Takai menyatakan bahwa Jepang pun memiliki tantangan yang sama. Saat ini, Jepang sedang berusaha menjaga keseimbangan antara kebudayaan yang kontemporer dan tradisi Jepang melalui pendidikan sejak dini.
“Dengan mengupayakan keterhubungan antara pelaku kreatif Indonesia-Jepang, maka akan menguntungkan bisnis-bisnis, komunitas-komunitas dan insan-insan kreatif antara kedua negara yang pada akhirnya memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia-Jepang,” tutup Mari.
(Fitri Yulianti)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.