Jokowi (Foto: Feri Usmawan/Okezone)
MENDEKATI pemilihan Cagub dan Cawagub DKI putaran kedua, baju kotak-kotak yang diusung Joko Widodo (Jokowi) dan Ahok ternyata tak sedikit yang membalut tubuh masyarakat. Namun, apakah model busana ini tetap
ngetren setelah kampanye?
Menurut
Sonny Muchlison, busana tersebut tidak akan menjadi tren di kemudian hari. Pasalnya, ini merupakan euforia di masa kampanye.
Di mata pengamat mode dan gaya hidup ternama ini, baju tersebut merupakan kemeja biasa dengan motif kotak-kotak, tanpa ada sesuatu yang menarik.
“Enggak
ngetren, ini diinginkan orang hanya karena dia masuk putaran kedua. Kotak-kotak lebih mencerminkan identitas kedua pasangan tersebut,” tuturnya saat dihubungi
Okezone melalui sambungan telefon, Rabu (29/8/2012).
Sonny menjelaskan, sebuah busana menjadi tren bila memenuhi unsur yang menjadi standarnya. Sementara baju kotak-kotak yang dikenalkan pasangan tersebut merupakan bagian dari alat kampanye.
“Kalau
popularity campaign itu tidak masuk ke tren mode. Tapi kalau tren itu harus ada tiga kriteria, misalnya
style,
look, dan
appearance,” jelasnya.
Tak hanya itu, pria berkacamata ini juga mengatakan bahwa fenomena baju kotak-kotak akan berhenti setelah masa kampanye. Hal ini pun sama seperti yang terjadi pada fenomena batik Jakarta yang dipopulerkan oleh Cagub dan Cawagub Hidayat Nurwahid dan Didik J Rachbini. Batik Jakarta tidak terdengar gaungnya lagi setelah masa kampanye mereka usai.
“Baju kotak-kota dipakai untuk mendukung saja. Coba saja nanti setelah selesai, enggak ada orang yang mau pakai. Contohnya batik Jakarta, sekarang
gak kelihatan karena kampanyenya sudah selesai,” tutupnya.
(Tuty Ocktaviany)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.