Advertisement
Advertisement

Orang Banyak Menderita Sakit Maag karena Pola Makannya

Gustia Martha Putri , Jurnalis-Senin, 09 Juli 2012 |20:15 WIB
Orang Banyak Menderita Sakit Maag karena Pola Makannya
Sakit maag (Foto: google)
A
A
A

MEMILIKI sakit maag atau yang dalam istilah medis disebut dispepsia merupakan penyakit yang paling banyak dikeluhkan baik pria maupun wanita karena dapat mengganggu aktivitas. Namun umumnya, maag disebabkan karena kesalahan mereka sendiri yang tak teratur jadwal makannya.

Menurut jenisnya, sakit maag disebabkan oleh dua hal, yakni sakit maag fungsional dan sakit maag organik. Sakit maag fungsional tidak disertai kelainan pada saluran pencernaan. Sakit maag fungsional terjadi karena:
- makan yang tidak teratur
- kebiasaan makan camilan berlemak
- minum kopi atau minuman bersoda sepanjang hari
- merokok
- stres

Sedangkan sakit maag organik bisa disebabkan oleh penyakit lain seperti kanker, polip di usus maupun luka atau tukak di lambung. Namun, sebagian besar penderita sakit maag dikarenakan jadwal makannya yng tidak teratur.

"Sekitar 60-70 persen, bahkan ada yang mengatakan 80 persen, orang sakit maag itu merupakan maag fungsional. Kalau kita lakukan endoskopi, kita tidak temukan kelainan," kata seorang konsultan pencernaan, Dr Ari F Syam, SpPD (K) dalam simposium awam Ibadah Berkualitas Selama Puasa Tanpa Gangguan Penyakit di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Senin (9/7/2012).

Sakit maag organik berdasarkan gejalanya memiliki karakteristik atau tanda-tanda sebagai berikut:

1. Pertama kali kena maag di usia 45 tahun ke atas
2. Berat badab turun
3. Disertai anemia, muka pucat tanpa diketahui sebabnya
4. Muntah darah, buang air besar warnanya hitam
5. Susah menelan.

(Tuty Ocktaviany)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement