Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Alasan Film Porno Pudarkan Gairah Seksual (I)

Dwi Indah Nurcahyani , Jurnalis-Selasa, 26 Juni 2012 |14:59 WIB
Alasan Film Porno Pudarkan Gairah Seksual (I)
Usai bercinta (Foto: Corbis)
A
A
A

TONTONAN porno sering menjadi santapan para pria. Meski di satu sisi menjadi penyegaran, namun menonton secara berlebihan justru memadamkan gairah seksual Anda.

Pria sering menjadikan tontonan porno sebagai suguhan andalan. Manfaat menyegarkan hingga memuaskan membuat hal ini menjadi tontotan favorit sebagian pria. Dalam konten yang cukup, menonton film porno tidak menjadi permasalahan. Namun ketika menonton dalam takaran yang berlebihan, hal tersebut akan menimbulkan masalah. Inilah beberapa permasalahan yang muncul, seperti disitat dari Aarp.

Terlalu aktif secara seksual

Tontonan ini membuat pria merasa lebih aktif secara seksual ketimbang pasangannya. Ingat, film porno merupakan fantasi. Sebuah survei menunjukkan bahwa 50 pria menikah biasanya melakukan agenda bercinta setiap beberapa kali sebulan, sementara pria lajang melakukannya di bawah angka tersebut. Pria yang rutin melakukan seks empat kali sepekan atau lebih jumlahnya hanyalah dua persen.

Pria terobsesi dengan ukuran yang besar

Pemain dalam film porno memang dipilih untuk menunjukkan ketertarikannya secara fisik dan keperkasaan alat genitalnya yang besar. Padahal, pria yang tinggi badannya tidak berarti memiliki alat kelamin yang besar dan sejantan yang dipikirkan. Karenanya, jangan hal tersebut tak dapat dijadikan standar khusus.

Alat genital mereka selalu bekerja dengan baik

Aktor porno tidak pernah bermasalah dengan urusan ereksi. Mereka selalu dapat bertahan lama, selalu siap kapan pun dan selalu menyelesaikan babak dengan sempurna. Namun lagi-lagi, hal ini berbicara soal fantasi. Realitanya, 50 pria yang berusia matang ataupun tidak sering kesulitkan mendapatkan ereksi dan tak jarang banyak yang terserang disfungsi ereksi. Bahkan, 25 persen pria dari 50 pria mengeluhkan ejakulasi dini dan sekira 20 persen mengalami kesulitan ejakulasi.

“Pornografi mendorong pria memiliki harapan yang tidak realistis dari alat kelamin mereka,” kata Marty Klein, seorang terapis seks.

(Tuty Ocktaviany)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement