JAKARTA kembali menjadi tuan rumah pameran Jakarta International Jewellery Fair (JIJF) 2012 yang akan dihelat mulai hari ini hingga 6 Mei mendatang di Balai Kartini.
Pameran berskala internasional tersebut merupakan pameran perhiasan terbesar di Indonesia yang bertujuan mempromosikan produk perhiasan Tanah Air, sekaligus mendorong industri perhiasan Indonesia agar mampu bersaing di level internasional.Tahun ini JIJF 2012 melibatkan beberapa negara tetangga,yakni Malaysia,Filipina, Singapura, Thailand, Brunei Darussalam,Vietnam,dan Hong Kong.
Direktur Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih mengungkapkan,selama beberapa tahun terakhir perkembangan industri perhiasan Indonesia, baik di level domestik maupun internasional,terus meningkat.“ Memang selama ini perhatian pemerintah terhadap industri perhiasan masih kurang,namun melihat potensinya yang besar dan industri yang terus meningkat, maka kini pemerintah mulai fokus pada pengembangan industri perhiasan Tanah Air,”tutur Gati dalam konferensi pers yang dihelat di Balai Kartini, Jakarta,Selasa (1/5).
Selain itu,Gati mengungkapkan bahwa pada 2013 mendatang, pemerintah akan mengeluarkan peta perkembangan industri perhiasan Indonesia yang memuat profil industri perhiasan nasional. Adapun Gati menambahkan penyelenggaraan pameran menjadi penting bagi perkembangan industri perhiasan.Pasalnya,selain sebagai ajang promosi,pameran tersebut juga bisa menjadi tempat pembelajaran bagi peserta,termasuk di dalamnya menambah pengetahuan mereka akan selera konsumen dan desain yang tengah populer.
Pameran yang diselenggarakan untuk kelima kalinya ini lebih fokus pada edukasi kepada pencinta perhiasan dan masyarakat secara umum.Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Perhiasan Emas dan Permata (APEPI) Iskandar Husin mengungkapkan, pada JIJF 2012 akan diselenggarakan beberapa seminar dan talkshow.“Di antaranya ada seminar tentang cara memilih batu mulia yang baik juga workshop mini mengenai cara pembuatan perhiasan sederhana,” ujarnya.
Selanjutnya,Iskandar mengatakan,edukasi lain yang juga ingin disampaikan kepada masyarakat adalah bahwa perhiasan tidaklah mahal.“Yang harus kita lihat bukanlah jumlah nol yang bersanding dengan perhiasan,melainkan nilai seni dari perhiasan dan craftmanship para perajin,”paparnya.“ Kita harus ingat bahwa perajin bukan buruh dan jiwa seni mereka itulah yang merupakan kelebihan produk perhiasan Indonesia,” ujar pria yang juga mengatakan bahwa kini perhiasan bukan sekadar aksesori, melainkan juga gaya hidup.
“Keistimewaan lain dari pameran JIJF 2012ini juga terdapat paviliun Art Jewellery yang memamerkan koleksi perhiasan berseni tinggi,”kata Iskandar. Catur Limas,Chief Managing Officer PT Untung Bersama Sejahtera (UBS), salah satu peserta pameran JIJF 2012, menyebutkan bahwa industri perhiasan Indonesia tidak bisa lagi dipandang sebelah mata.Pria yang kerap mengikuti pameran perhiasan internasional di berbagai negara tersebut mengatakan,saat ini Indonesia termasuk produsen dan konsumen perhiasan papan atas dunia.
“Indonesia ada di peringkat 10 besar produsen dan konsumen perhiasan dunia,”katanya. Sementara,PT UBS yang telah bergelut di bidang perhiasan selama 31 tahun menghadirkan koleksi perhiasan lini baru di JIJF 2012 berupa koleksi Starshine.
(Tuty Ocktaviany)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.