Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Muara Bagdja Meninggal, Pelaku Dunia Mode Sangat Kehilangan

Gita Ramadian , Jurnalis-Rabu, 02 Mei 2012 |14:27 WIB
Muara Bagdja Meninggal, Pelaku Dunia Mode Sangat Kehilangan
Pemakaman Muara Bagdja (Foto: Runi/Okezone)
A
A
A

KECINTAAN Muara Bagdja terhadap dunia mode memang tak diragukan lagi. Sederet aktivitas di dunia mode digelutinya sejak era 1980-an

Karier menulis Muara Bagdja diawali sejak 1980-an saat terlibat sebagai redaktur mode majalah wanita ibu kota. Kiprahnya di dunia mode dan gaya hidup seakan menjadi magnet tersendiri bagi Muara. Dedikasi Muara terhadap dunia mode yang dicintainya pun kian meluas. Muara tidak hanya berkecimpung di dunia penulisan, tetapi juga menjajal profesi lain yang masih terkait di dunia mode.

Pria lulusan Fakultas Sastra, Universitas Indonesia ini pernah menjadi pengamat mode, penulis lepas, pengarah gaya, dan kontributor di beberapa surat kabar dan majalah wanita ibu kota, editor buku, juri lomba busana, pembicara seminar dan talkshow, pengarah gaya pemotretan sampul album penyanyi, pengarah gaya pemotretan buku, serta koordinator media di beberapa acara mode.

Sayang, semua kecintaannya tersebut terhenti. Muara menghembuskan napas terakhir di RSCM Kencana, Jakarta, 30 April 2012. Muara meninggal pada usia 55 karena menderita kanker getah bening.

Kepergian Muara membuat para pelaku mode di Indonesia sangat kehilangan. Hal itu diakui para sahabatnya yang melihat Muara sebagai sosok yang baik dan sangat konsisten pada dunia fesyen.

Chenny Han, desainer dan pakar tata rias merupakan sahabat yang pernah berkolaborasi dengan Muara. Pengamat mode tersebut pernah menjadi penulis dalam beberapa buku Chenny.

“Bagi saya, Muara adalah sosok yang istimewa. Gaya menulisnya berbeda dengan penulis lain. Masih ada tiga buku lain yang harus saya kerjakan bersama Muara, namun sayang sekali tidak dapat diteruskan,” katanya saat ditemui Okezone di rumah duka, Selasa, 1 Mei 2012.

Kehilangan akan sosok bersahaja juga dirasakan desainer Lenny Agustin. Dalam bukunya berjudul “Fashion is My Playground” dan diluncurkan baru-baru ini, Muara juga turut ambil bagian.

“Saya sangat senang bisa bekerja sama dengan Muara. Bagi saya, dia penulis yang paling mengerti saya,” ucapnya.

Sayang, kondisi Muara yang sempat menurun memaksa sinergi tersebut tak dapat dilanjutkan. “Sebenarnya saya tidak ingin mengganti penulis, namun kondisi Mas Muara tidak memungkinkan,” sambungnya.

Meski tak membantu secara utuh, Lenny masih mengupayakan bantuan dari Muara. “Beberapa tulisan di buku saya masih dibantu editing oleh Mas Muara. Memang tidak mudah menemukan sosok seperti dia. Saya tidak perlu bicara banyak, Mas Muara sudah mengerti,” kata desainer yang bergabung dengan Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) ini.

Muara adalah sosok senior dalam dunia mode Indonesia. Berbagai buku mengenai fesyen dan gaya hidup pernah dia tulis. Muara Bagdja juga pernah menulis buku biografi, salah satunya buku Okky Asokawati. Selain itu, Muara juga aktif menjadi kontributor fesyen dan lifestyle di berbagai media ibu kota. (ind)   
 

(Tuty Ocktaviany)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement