Pemakaman almarhum Muara Bagdja (Foto: Runi/Okezone)
KEPERGIAN pengamat mode senior Muara Bagdja mendatangkan duka mendalam. Tidak hanya bagi keluarga besar, tetapi juga kerabat-kerabatnya.
Bagi keluarga besar, berpulangnya Muara ke pangkuan Ilahi merupakan sebuah kehilangan besar. Sosoknya yang selalu membawa keceriaan senantiasa dirindukan orang-orang di sekitarnya.
Hal itu seperti dituturkan kakak kedua dari Muara, Nauli Surawidjaya. “Kepergiaannya adalah sebuah kehilangan besar bagi kami sekeluarga,” tuturnya dalam sambutan di pemakaman Muara Bagdja di TPU Tanah Kusir, Selasa, (1/5/2012).
Lebih lanjut, Nauli yang sempat ditemui
Okezone usai pemakaman berlangsung menuturkan, bahwa adiknya merupakan sosok penyabar dan suka bercanda.
“Di antara kami tujuh bersaudara, Muara adalah yang terbaik. Orangnya selalu
happy dimanapun berada,” ucapnya.
Muara, sambung Nauli, merupakan sosok yang sangat tekun dalam menjalani pekerjaannya. “Bahkan di saat-saat sakitnya, Muara masih memikirkan pekerjaannya yang belum terselesaikan,” ungkapnya.
Kiprah Muara di dunia fesyen, dipaparkan Nauli, memberikan semangat tersendiri untuk menghadapi penyakitnya. “Saat tangan kanannya tidak bisa lagi digerakkan, ia masih ingin menulis dengan tangan kirinya,” tutupnya.
(ind)(Tuty Ocktaviany)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.