Muara Bagdja (Foto: Dok Lenny Agustin)
KEAKTIFAN Muara Bagdja di dunia mode akhirnya harus terhenti. Kanker getah bening atau limfoma merenggut nyawa pengamat mode senior tersebut.
Nama Muara Bagdja di dunia mode sudah tak asing lagi. Sederet majalah wanita ibu kota kerap menggunakan jasanya, baik sebagai penulis mode maupun pengarah gaya. Muara pun aktif menuliskan beberapa buku insan mode ternama serta menjadi koordinator acara mode.
Sayang, sosok aktif pria lulusan Fakultas Sastra, Universitas Indonesia tersebut tak lagi dapat dinikmati. Muara menutup mata untuk selamanya, 30 April 2012. Penyakit kanker getah bening merenggut nyawa pria bersahaja tersebut.
“Selama 20 bulan terakhir ini, Muara divonis kanker getah bening. Enam bulan terakhir ini, dia sudah menjalani delapan kali kemoterapi,” tutur Alvie, adik ipar sekaligus rekan kerja Muara saat ditemui
Okezone di rumah duka, Jalan Rawasari Timur IV, No. 28, Jakarta Pusat.
Meski menjalani sederet perawatan tersebut, sambung Alvie, Muara tetap semangat menjalani hari-harinya.
“Dia masih semangat waktu itu dan sempat dinyatakan bersih. Tapi akhirnya, sempat kesulitan jalan. Pas dicek, ternyata ada tiga saraf di tulang belakang yang bermasalah. Kemudian sempat disinar. Dua hilang dan satu mengecil,” imbuhnya.
Mengecilnya gangguan saraf di tulang belakang sempat membuat Alvie dan keluarga berlega hati. Namun perjuangan ternyata masih panjang. Pasalnya, Muara justru tak lagi dapat berjalan.
“Lama-lama kondisinya memburuk, sampai tangan kanan dia tidak bisa menulis lagi. Akhirnya, dia tetap memaksakan diri menulis menggunakan tangan kiri,” beber Alvie.
Menulis yang menjadi jiwa Muara memberikan keteduhan dalam menjalani hari-hari beratnya. Sayang, beberapa waktu kemudian, tangan kiri Muara ikut tak berfungsi.
“Setelah memaksa menulis menggunakan tangan kiri, lama-lama dia tidak bisa menulis. Kondisinya pun semakin turun dan memburuk hingga akhirnya dua pekan kemarin dirawat di RSCM, sebelum akhirnya meninggal semalam,” tutupnya.
Muara Bagdja lahir di Jakarta, 19 Januari 1957. Di dunia mode, Muara sempat bekerja sebagai redaktur mode, pengamat mode, penulis lepas, pengarah gaya dan kontributor di beberapa majalah wanita ibu kota. Selain itu, Muara sempat menjadi editor buku beberapa desainer ternama serta juri lomba busana, pembicara seminar dan
talk show, narasumber di beberapa acara mode dan wanita di televisi, pengarah gaya pemotretan sampul album penyanyi, pengarah gaya pemotretan buku, dan koordinator media.
(ind)(Tuty Ocktaviany)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.