Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tujuh Kekeliruan yang Harus Dihindari Pasutri

Birgitta Ajeng Destika , Jurnalis-Minggu, 01 April 2012 |12:14 WIB
Tujuh Kekeliruan yang Harus Dihindari Pasutri
Kekeliruan harus dihindari pasutri. (Foto: BoldSky)
A
A
A

MASALAH memang kerap menghiasi kehidupan rumah tangga. Konflik akan semakin memanas bila Anda dan pasangan tidak bisa saling pengertian.
 
Karena itu, Anda dan pasangan perlu menghindari beberapa kekeliruan berikut, agar keharmonisan kehidupan rumah tangga tetap terjaga. Demikian seperti dilansir BoldSky.
 
Anda ingin pasangan menghubungi terlebih dulu
 
Sikap egois hanya akan mengundang hal negatif di dalam kehidupan rumah tangga Anda. Berbicara dan mengekspresikan perasaan kepada pasangan merupakan salah satu kunci keharmonisan hubungan.

Maka bila hendak mengutarakan sesuatu, Anda dapat menghubunginya terlebih dahulu dan tidak perlu menunggu pasangan yang lebih dulu berinisiatif.

Bersaing
 
Masalah akan melanda ketika Anda dan pasangan mulai saling menentang dan melawan. Pertengkaran yang sulit berakhir karena tidak ada yang mau mengalah hanya akan memberi dampak negatif bagi hubungan Anda dan pasangan.
 
Mencoba sama dengan pasangan

Pria dan wanita tidak bisa sama dalam segala hal karena perbedaan gender, misalnya dalam masalah pekerjaan. Karena itu, salah satu di antara Anda berdua harus mengalah, sesuai dengan kesepakatan antara Anda dan pasangan.
 
Sering menyalahkan orangtua

Bila Anda dan pasangan sulit menemukan jalan keluar, orangtua kerap menjadi kambing hitam. Karena itu, Anda perlu menjauhkan faktor orangtua sebagai penyebab masalah rumah tangga dengan pasangan.
 
Menceritakan masalah keluarga kepada teman
 
Anda tidak perlu menceritakan masalah kehidupan rumah tangga kepada teman. Masalah Anda dengan pasangan sebaiknya tidak perlu diungkapkan kepada orang lain, sebab masalah hanya bisa diselesaikan dengan baik bila Anda mendiskusikannya dan mencari jalan keluar bersama pasangan.

Berharap dan menuntut terlalu banyak
 
Berharap kepada pasangan merupakan hal wajar. Namun, Anda pun perlu memahami kondisi pasangan terlebih dulu, sebab tidak semua harapan dapat terpenuhi.

Menjadi impulsif

 
Ketika Anda dan pasangan memiliki masalah, Anda perlu memikirkan dengan matang mengenai solusinya. Hindari sikap impulsif yaitu bertindak tanpa memimirkan dengan matang terlebih dulu. Anda jangan mengambil keputusan secara tergesa-gesa.

(Chaerunnisa)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement