MAKIN banyak pameran berskala nasional maupun internasional digelar di Indonesia. Hal ini menjadi lahan subur bagi industri pariwisata terutama bidang MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition) untuk tumbuh.
“Perkembangan pameran di Indonesia sangat bagus. Bahkan untuk tahun ini, sudah fully booked untuk semua pameran yang kami adakan. Tahun depan juga sangat bagus. Pameran di Indonesia sangat menjanjikan,” kata Astied Julias, Director of Sales & Marketing PT Pamerindo Indonesia, saat jumpa pers Pameran Food, Hotel, & Tourism Bali 2012 di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, belum lama ini.
Astied mengungkapkan, dalam beberapa tahun terakhir terjadi peningkatan permintaan MICE sebesar 30 hingga 40 persen. PT Pamerindo Indonesia, misalnya, dalam waktu dekat berencana menyelenggarakan tujuh pameran skala besar termasuk di Bali dan Surabaya.
Sementara menurut Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sapta Nirwandar, pada 2009 tercatat 40 persen kunjungan wisatawan mancanegara bertujuan untuk business trip. Wisatawan MICE, katanya, tidak bisa dibedakan dengan wisatawan business trip sebab dalam kartu imigrasi hanya ada pilihan kunjungan business trip. Padahal, keduanya saling terkait.
“Kami mau usahakan supaya di imigration card ada untuk MICE. Wisatawan ini menghabiskan waktu lumayan lama karena yang datang untuk MICE, pasti juga berwisata. Yang datang untuk wisata, belum tentu untuk urusan MICE dan bisnis,” jelasnya.
Sapta mengimbuhkan, dengan perkiraan 40 persen kunjungan business trip pada 2009, diperkirakan jumlah wisatawan business trip, termasuk MICE, adalah 3,2 juta kunjungan.
“Jumlah tersebut untuk menopang target jumlah kunjungan wisatawan mancanegara di tahun 2012 sebesar 8 juta yang dicanangkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif,” tutupnya.
(Fitri Yulianti)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.