Koleksi Fendi dan Burberry (Foto: Ist)
DI DUNIA fashion, kaum pria tidak lagi tabu mengenakan busana beraksen feminin, sementara wanita kerap tampil maskulin.
Bila Anda jeli, kini semakin banyak ditemui para pria "pesolek" yang tidak takut tampil dengan gaya berbeda. Lupakan padanan kemeja, t-shirt, atau celana panjang dalam gaya klasik. Sebaliknya, kaum adam kini beraktivitas dengan mengenakan kemeja berdetail ruffles, t-shirt bermotif manis, ataupun denim berhias bordir. Mereka pun tidak lagi canggung menggunakan warna-warna yang biasanya lekat dengan dunia wanita, seperti pink, ungu, ataupun palet pastel lainnya.
Menipisnya garis gender ini juga terjadi di catwalk-catwalk besar dunia. Lihat saja pergelaran koleksi menswear di Milan, Paris, dan New York beberapa waktu lalu. Pria-pria tidak lagi tampil gagah dengan jas malam elegan ataupun jaket sporty, melainkan hadir dalam gaya edgy yang menantang.
Detail ruffles, frills, lipit, dan opnaisel menjadi aksen kemeja pria. Tidak jarang motif floral hadir memberi pemandangan yang berbeda. Pun dengan corak polkadot yang menghadirkan kesan retro di beberapa koleksi. Lainnya, jas kasual serta jaket tidak ketinggalan mendapat sentuhan feminin, semacam kerut atau embroidery.
Spektrum warna yang disajikan di atas runway pun semakin luas. Tidak lagi bernuansa gelap yang lekat dengan kesan maskulin, namun lebih ceria dan penuh warna. Kuning, hijau, biru, oranye, ungu, bahkan emas dan perak menjadi pilihan banyak desainer. Tentu tanpa mengesampingkan palet favorit semua pria, hitam serta putih.
Retail experts dari WSL Strategic Retail Candace Corlett mengatakan, fenomena tersebut merupakan perkembangan yang wajar terjadi di dunia saat ini.
"Hal itu lebih kepada keinginan untuk tampil lebih baik daripada keharusan tampil baik," ungkapnya. "Sama saja seperti wanita yang ingin terlihat glamor dan sempurna, pria pun terkadang butuh untuk tampil memesona dalam balutan koleksi desainer," sambung Corlett, seperti dilansir Reuters.
Melihat celah tersebut, para pelaku industri mode tentu tidak tinggal diam. Begitu juga dengan para desainer yang semakin serius menggarap mode pria. Tidak lagi sekadar menghadirkan rangkaian kemeja, jaket, serta setelan jas, runway pria justru tampil lebih semarak dengan berbagai inovasi yang dituangkan perancang.
Di panggung mode, maskulinitas tidak lagi menjadi faktor utama dalam busana pria. Sebaliknya, rancangan yang disajikan menantang kaum adam mempertahankan karakter maskulin dalam balutan koleksi serbafeminin.
"Semakin banyak perpindahan unsur dan detail yang biasanya terdapat di lini busana wanita," tutur Fashion Director Vanity Fair, Michael Roberts, seperti dilansir Associated Press.
"Hal yang menarik sebetulnya. Namun, saya rasa ini terlalu berlebihan untuk dilakukan, karena ini pertunjukan koleksi busana pria dan saya harus terus mengingatkan diri sendiri bahwa saya di sini bukan menonton koleksi pret-a-porter bagi wanita," sambungnya, saat menonton pekan mode Milan, Italia.
Ya, maskulin tidak lagi menjadi karakter mutlak sebuah busana pria. Detail-detail feminin, layaknya motif floral dan palet lembut memberi nuansa baru. Sisi feminin para pria pesolek juga diumbar terang-terangan lewat lipit, kerut, maupun jahitan pada jaket dan celana panjang. Mengaburkan batasan maskulin dan feminin, hingga pada akhirnya melahirkan karakter baru, androgyny.
Direktur Kreatif Bottega Veneta Tomas Maier mengungkapkan, "Busana pria kini tampil lebih bebas, namun jaket tetap menjadi sorotan utama dibanding ragam busana lainnya. Simpel, kasual, tapi juga bisa tampil formal."
Senada dengan Roberto Cavalli yang mengatakan mode pria tampil semakin ekspresif, tidak lagi terkungkung batasan maskulinitas. Dalam pertunjukannya, dia menawarkan rangkaian busana penuh motif tribal lewat koleksi bertema "Bohemian Safari". Buket bunga serta animal prints menjadi dekorasi utama yang menjadikan koleksinya istimewa.
"Koleksi ini ditujukan bagi pria-pria extravagant. Seorang penjelajah, bergaya hippies dengan jiwa bebas. Dia memakai semua pengalaman sebagai busana dan itu yang menjadikannya ekspresif. Musim panas mendatang, busana pria hadir bebas, tidak terkekang," tegasnya.
Singkatnya, saat ini mode pria tampil lebih chic, sophisticated, juga ekspresif. Menimbulkan gaung baru di lingkungan metropolis, bahwa pria pun tak buta mode. Fashion kini bukan hanya milik wanita. Kaum adam juga boleh bersolek lama di depan cermin, memilah pakaian dan mematut diri. Rasanya pantas bila kita mengucapkan selamat datang pada era baru mode pria. Welcome, pretty boys!
(Tuty Ocktaviany)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.