7 Cara Memupuk Pohon Alpukat agar Berbuah Lebat dan Rasanya Legit, Jangan Asal Pilih Pupuk!

Djanti Virantika, Jurnalis
Minggu 25 Oktober 2026 07:05 WIB
Pohon alpukat. (Foto: Freepik)
Share :

POHON alpukat yang tumbuh subur belum tentu menghasilkan buah yang lebat dan bercita rasa lezat. Salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan adalah pemupukan.

Pemberian pupuk yang tepat dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman, mendukung pembungaan, serta menunjang perkembangan buah agar tumbuh optimal. Tak hanya soal jumlah, kualitas buah alpukat juga dipengaruhi oleh varietas, kecukupan sinar matahari, ketersediaan air, kondisi tanah, hingga tingkat kematangan saat panen.

Karena itu, pemilik pohon alpukat perlu memahami cara pemupukan yang benar agar tanaman dapat menghasilkan buah yang banyak dengan tekstur lembut dan rasa yang gurih legit. Lantas, pupuk apa yang cocok untuk pohon alpukat agar berbuah lebat?

Dilansir dari Trees.com, berikut panduan yang bisa diterapkan di pekarangan rumah maupun kebun:

1. Gunakan Pupuk Organik untuk Menyuburkan Tanah

Salah satu pilihan pupuk untuk pohon alpukat adalah pupuk organik, seperti kompos matang atau pupuk kandang yang sudah terfermentasi dengan baik. Pupuk organik membantu memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kemampuan tanah menyimpan air, serta mendukung aktivitas mikroorganisme yang bermanfaat bagi akar tanaman.

Kondisi tanah yang sehat dapat membantu pohon alpukat menyerap nutrisi dengan lebih baik. Pupuk organik bisa diberikan di sekitar area tajuk pohon, yaitu bagian tanah di bawah bentangan cabang dan daun. Hindari menumpuk pupuk tepat di pangkal batang karena kondisi terlalu lembap dapat meningkatkan risiko gangguan pada batang dan akar.

Untuk pohon yang ditanam di tanah, jumlah pupuk sebaiknya disesuaikan dengan usia, ukuran tanaman, serta kondisi tanah. Pastikan pupuk yang digunakan sudah matang agar tidak merusak akar.

2. Pilih Pupuk NPK dengan Komposisi Seimbang

Pupuk NPK mengandung tiga unsur hara utama yang dibutuhkan tanaman, yakni nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K). Ketiganya memiliki fungsi berbeda dalam mendukung pertumbuhan pohon alpukat.

Pertama, nitrogen (N) membantu pertumbuhan daun dan cabang sehingga tanaman dapat membentuk tajuk yang sehat. Kedua, fosfor (P) berperan dalam perkembangan akar dan berbagai proses metabolisme yang mendukung pertumbuhan tanaman.

Ketiga, kalium (K) membantu pengaturan air, kerja enzim, dan berbagai proses fisiologis yang penting bagi perkembangan buah. Pada pohon alpukat yang masih muda, kebutuhan nitrogen perlu diperhatikan untuk menunjang pertumbuhan vegetatif. Sementara itu, pohon yang sudah dewasa dan memasuki fase produksi membutuhkan keseimbangan nutrisi yang mendukung kesehatan tanaman sekaligus pembentukan buah.

Meski begitu, pupuk dengan kandungan kalium tinggi tidak otomatis membuat buah alpukat lebih manis. Pemilihan formula NPK sebaiknya disesuaikan dengan kondisi tanah, umur tanaman, dan kebutuhan nutrisinya.

3. Perhatikan Kandungan Kalium untuk Mendukung Perkembangan Buah

Kalium merupakan salah satu unsur hara penting ketika pohon alpukat mulai menghasilkan buah. Unsur ini terlibat dalam pengaturan air dan transportasi hasil fotosintesis di dalam tanaman.

Ketersediaan kalium yang cukup membantu tanaman menjalankan proses pertumbuhan dan perkembangan buah secara optimal. Namun, pemberiannya tetap harus seimbang dengan unsur hara lain.

Kekurangan kalium dapat mengganggu pertumbuhan tanaman, sedangkan pemberian berlebihan berpotensi menghambat penyerapan unsur lain, termasuk magnesium. Karena itu, jangan langsung menggunakan pupuk kalium dosis tinggi hanya karena ingin mendapatkan buah yang lebih legit. Jika memungkinkan, lakukan pengujian tanah untuk mengetahui unsur hara yang benar-benar dibutuhkan.

4. Tambahkan Pupuk dengan Unsur Mikro

Selain nitrogen, fosfor, dan kalium, pohon alpukat juga membutuhkan unsur hara mikro dalam jumlah kecil, seperti seng (Zn), besi (Fe), mangan (Mn), dan boron (B). Unsur-unsur tersebut mendukung berbagai proses fisiologis tanaman, termasuk pembentukan jaringan baru, fotosintesis, dan perkembangan bunga.

Boron, misalnya, berperan dalam pertumbuhan jaringan serta proses reproduksi tanaman. Namun, kebutuhan boron harus diperhatikan secara cermat karena selisih antara jumlah yang dibutuhkan dan jumlah yang berlebihan relatif kecil.

Penggunaan pupuk mikro sebaiknya dilakukan berdasarkan gejala kekurangan unsur hara atau hasil pengujian tanah dan daun. Hindari mencampurkan berbagai pupuk mikro secara sembarangan karena kelebihan unsur tertentu dapat meracuni tanaman.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya