Waspada Asap Karhutla, Ini Risiko bagi Ibu Hamil dan Janin

Nurrizka Nasywa Tsabitah, Jurnalis
Senin 19 Oktober 2026 16:11 WIB
Ilustrasi risiko asap karhutla bagi ibu dan janin. (Foto: dok senivpetro/Magnific)
Share :

JAKARTA - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia menyebabkan kabut asap yang berbahaya untuk kesehatan masyarakat. Kondisi ini perlu menjadi perhatian, terutama bagi ibu hamil karena paparan asap berpotensi memengaruhi kesehatan ibu dan janin di dalam kandungan.

Dokter spesialis obstetri dan ginekologi (SpOG), dr. Emir Fakhrudin, menjelaskan bahwa asap kebakaran mengandung partikel halus dan karbon monoksida yang membahayakan kesehatan. Paparan polusi tersebut berpotensi mengganggu suplai oksigen yang dibutuhkan janin selama berada di dalam kandungan.

Partikel halus dari asap kebakaran dapat memicu kerusakan sel-sel tubuh. Sementara itu, karbon monoksida bisa mengikat hemoglobin dalam darah lebih kuat dibandingkan oksigen, sehingga mengurangi kemampuan darah membawa oksigen ke jaringan tubuh. Jika paparan polusi berlangsung terus-menerus, risiko gangguan kehamilan perlu diwaspadai.

Salah satu risiko yang dapat meningkat adalah kelahiran prematur atau bayi lahir sebelum usia kehamilan mencapai 37 minggu. Paparan polusi udara juga meningkatan risiko berat badan lahir rendah, yaitu ketika bayi lahir dengan berat kurang dari 2.500 gram.

Karena itu, ibu hamil yang tinggal di wilayah terdampak karhutla disarankan membatasi aktivitas di luar ruangan. “Kalau terpaksa banget harus keluar, bisa pakai masker N95 atau KN95,” ujar dr. Emir, dikutip dari unggahan TikTok-nya, Senin (19/10/2026).

Dokter Emir juga menyarankan untuk tutup pintu dan jendela agar asap tidak masuk terlalu banyak. Jika tersedia, gunakan air purifier dengan filter yang sesuai untuk membantu mengurangi partikel halus di udara dalam ruangan.

Ibu hamil juga perlu perbanyak minum air untuk menjaga hidrasi dan membantu membersihkan saluran pernapasan. Selain itu, pantau kondisi kehamilan, termasuk gerakan janin sesuai usia kehamilan.

Jika mengalami batuk berat, sesak napas, atau gerakan janin terasa berkurang dari biasanya, ibu hamil sebaiknya segera mencari pertolongan medis. Jangan menunda pemeriksaan, terutama jika keluhan pernapasan memburuk.

Dengan membatasi paparan asap dan mengenali tanda bahaya sejak dini, ibu hamil dapat mengambil langkah untuk melindungi kesehatan diri sendiri sekaligus mendukung keselamatan janin selama menghadapi kondisi kabut asap akibat karhutla.

(Agustina Wulandari )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya