Jika memang harus terpaksa keluar rumah, Budi menekankan agar masyarakat bisa melindungi diri dan tidak membiarkan asap masuk ke paru-paru lewat hidung atau mulut, kulit bahkan mata karena bisa menyebabkan gangguan pada organ tersebut.
Beberapa langkah perlindungan itu bisa dilakukan dengan menggunakan masker N95 atau masker apapun yang ada yang bisa melindungi organ pernapasan dari paparan asap. Selain itu, ia juga menyarankan penggunaan kacamata jika memang masyarakat terpaksa harus keluar rumah.
“Caranya bagaimana? Gunakan masker. Kalau ada yang masker N95, gunakannya N95. Kalau tidak ada, gunakan masker yang ada. Tapi selalu gunakan masker kalau terpaksa harus keluar rumah. Untuk melindungi mata, gunakan kacamata. BIsa kacamata hitam atau kacamata biasa, tapi gunakan juga kacamata,” tutur Budi.
Guna meminimalisir paparan pada kulit, Budi juga meminta masyarakat yang terpaksa keluar rumah untuk menggunakan baju panjang. Ia menjelaskan bahwa jika paparan kabut asap mengenai kulit, dikhawatirkan bisa menyebabkan satu penyakit.
Selain itu, ia juga menyarankan agar masyarakat yang baru selesai bepergian dari luar rumah dan kembali masuk untuk segera membersihkan diri dengan dari tanpa menggosok tubuh terlebih dahulu.
“Jadi untuk kena kulit, usahakan pakai baju yang menutup gitu ya, baju-baju panjang seperti ini. Ya jangan pakai bajunya singlet atau baju kaos karena nanti benda-benda itu akan nempel ke kulit dan kita enggak tahu kalau nanti bisa menyebabkan penyakit. Dan setiap kali pulang dari luar, selalu usahakan dibersihkan dengan air tapi jangan langsung digosok,” ucapnya.