JAKARTA - Bahan linen berwarna putih dapat memberikan kesan bersih dan elegan. Namun, rutin mencuci saja tak bisa menjaga warnanya tetap cerah. Cara penyimpanannya juga perlu diperhatikan agar tidak menguning, berjamur, atau mengalami kerusakan.
Dilansir dari Southern Living, linen putih berisiko mengalami perubahan warna meskipun disimpan di lemari. Sisa minyak tubuh, residu deterjen, debu, paparan cahaya, hingga kelembapan dapat memengaruhi kondisi kain seiring waktu.
Salah satu pendiri sekaligus Head of Design di Levtex Home, Joanne Levin, menjelaskan bahwa linen putih dapat menguning meski tidak memiliki noda yang terlihat sebelumnya.
Seorang ahli kebersihan, Veronica Smith, membagikan sejumlah tips untuk menjaga linen putih tetap cerah dan awet. Berikut rangkumannya.
Kantong atau kotak plastik yang tertutup rapat dapat menghambat sirkulasi udara. Alih-alih plastik, gunakan kantong laundry berbahan jaring atau tas berbahan katun kanvas. Wadah tersebut memungkinkan udara bersirkulasi dengan lebih baik, sehingga kelembapan tidak mudah terperangkap.
Hindari meletakkan seprai atau handuk di tempat yang lembap, panas, atau terkena sinar matahari langsung dalam waktu lama. Simpan linen di dalam lemari kamar tidur atau laci bagian dalam. Tempat yang sejuk, kering, dan minim cahaya membantu kualitas kain tetap terjaga sekaligus mengurangi risiko perubahan warna.
Sisa minyak tubuh maupun kelembapan yang tidak terlihat saat kain dilipat dapat menimbulkan masalah setelah disimpan selama berbulan-bulan. Karena itu, jangan terburu-buru menyimpan linen setelah dicuci. Pastikan tidak ada bagian yang masih terasa lembap, terutama pada lipatan tebal atau kain yang sulit kering.
Kontak langsung dengan kayu dapat mengubah warna kain. Untuk mengurangi risiko tersebut, gunakan lapisan pelindung yang bersih di antara rak dan linen. Misalnya, sarung bantal katun yang sudah dicuci atau selembar kain katun bersih.
Menyimpan linen putih di lemari tanpa pernah menggunakannya juga bukan cara terbaik untuk menjaga kualitas kain. Linen yang terlalu lama disimpan dapat mengalami perubahan warna. Karena itu, sebaiknya gunakan linen secara bergantian.
Selain membuat semua koleksi terpakai, kebiasaan ini memungkinkan kain dicuci secara berkala sehingga sisa kotoran tidak terus menempel selama penyimpanan.
Saat mencuci linen putih, Smith menyarankan untuk tidak menggunakan pelembut pakaian. Gunakan cuka sebagai alternatif agar residu deterjen yang tertinggal pada kain bisa hilang.
Namun, penggunaan cuka perlu disesuaikan dengan petunjuk mesin cuci dan produk yang digunakan. Jangan mencampurkan cuka dengan pemutih berbahan klorin karena dapat menghasilkan gas berbahaya. Selain itu, jangan menganggap cuka sebagai pengganti deterjen atau disinfektan. Pastikan linen tetap dicuci dengan metode yang sesuai untuk bahan kainnya.
Menjaga keindahan linen putih memang butuh sedikit usaha ekstra. Namun, dengan menerapkan cara mencuci dan menyimpan yang tepat, koleksi linen putih kesayanganmu bakal selalu terlihat bersih dan cerah.
Yuk, langsung coba trik ini, Okezoners!
(Agustina Wulandari )