JAKARTA – iForte, sebagai bagian dari Protelindo Group, menghadirkan “Hutan Kabel (Wood Wide Web)”, instalasi karya seniman Agnes Hansella, dalam rangkaian Art Jakarta 2026. Karya ini mengeksplorasi hubungan antara jaringan teknologi dan sistem alami melalui pemanfaatan kembali berbagai material infrastruktur telekomunikasi yang telah memasuki akhir masa penggunaannya.
Terinspirasi dari pola jaringan fiber optic yang bercabang dan saling terhubung, Hutan Kabel mengangkat konsep Wood Wide Web, jaringan mikoriza yang menghubungkan pepohonan melalui pertukaran nutrisi, air, dan sinyal kimia di bawah permukaan hutan.
Konsep tersebut berangkat dari pengamatan Agnes terhadap pohon Ficus, termasuk banyan dan strangler fig, di Kalimantan Tengah.
“Konektivitas merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari apa yang kami lakukan sehari-hari. Namun, melalui kolaborasi ini, kami ingin mengajak publik melihat konektivitas dari perspektif yang lebih luas,” ujar Ignatius Krishnaya Santoso, Head of Corporate Branding, Protelindo Group.
Ia menjelaskan, ada sebuah hubungan yang menarik antara jaringan teknologi yang dibangun dengan jaringan alami yang sudah ada jauh sebelum teknologi hadir. “Melalui ‘Hutan Kabel’, kami ingin membuka ruang untuk melihat
bagaimana teknologi, alam, dan budaya dapat saling terhubung melalui seni,” katanya
Dalam menciptakan Hutan Kabel (Wood Wide Web), Agnes Hansella menggunakan material dari infrastruktur telekomunikasi Protelindo Group yang sudah tidak digunakan, termasuk kabel dan limbah telekomunikasi, komponen FTTT rack yang telah dipensiunkan, serta perangkat satellite dish yang sudah tidak digunakan.
Material tersebut kemudian ditransformasikan menjadi instalasi yang mempertemukan struktur jaringan buatan manusia dengan sistem jaringan yang ditemukan di alam.
Tak hanya menjadi karya visual, Hutan Kabel juga menghadirkan pengalaman interaktif. Sensor yang ditempatkan di dalam instalasi merespons pergerakan pengunjung dengan mengaktifkan serat optik secara real time, menghadirkan interpretasi artistik terhadap karakter jaringan alami yang mampu merespons lingkungan di sekitarnya.
Melalui karya ini, iForte dan Protelindo Group mengajak pengunjung melihat infrastruktur telekomunikasi dari perspektif yang berbeda, bukan sekadar sebagai elemen teknis, tetapi sebagai bagian dari percakapan mengenai konektivitas, alam, dan teknologi.
Partisipasi iForte dan Protelindo Group di Art Jakarta 2026 menjadi bagian dari upaya untuk terus mempertemukan teknologi dan budaya melalui kolaborasi kreatif. Melalui seni, hubungan antara keduanya dapat dieksplorasi sekaligus membuka cara pandang baru terhadap infrastruktur yang hadir dalam kehidupan sehari-hari.
Hutan Kabel (Wood Wide Web) karya Agnes Hansella bisa kamu kunjungi selama penyelenggaraan Art Jakarta 2026.
(Agustina Wulandari )