Mitos atau Fakta: Cuci Baju Mode Cepat di Mesin Tak Selalu Cocok untuk Semua Jenis Pakaian?

Nurrizka Nasywa Tsabitah, Jurnalis
Jum'at 02 Oktober 2026 16:05 WIB
Cuci baju. (Foto: Freepik)
Share :

MENCUCI pakaian sering kali jadi pekerjaan yang ingin cepat diselesaikan. Tidak heran, mode quick wash atau cuci cepat di mesin cuci menjadi pilihan karena waktu mencucinya jauh lebih singkat dibandingkan mode biasa.

Tinggal masukkan pakaian, tambahkan deterjen, pilih mode quick, lalu tinggal menunggu sampai selesai. Namun, ternyata mode ini tidak selalu membuat semua pakaian benar-benar bersih.

Quick wash memang dirancang untuk mencuci pakaian dalam jumlah sedikit dan tidak terlalu kotor. Mode ini menggunakan waktu mencuci yang lebih singkat, lebih sedikit pembilasan, suhu yang umumnya lebih rendah, serta gerakan mesin yang lebih ringan.

Dikutip dari The Spruce, ternyata deterjen memiliki waktu yang lebih sedikit untuk bekerja karena waktu mencuci dan merendam lebih sebentar. Itu sebabnya, mode quick wash tidak bisa dianggap sebagai versi lebih cepat dari mode pencucian biasa.

1. Kapan Sebaiknya Pakai Mode Quick Wash?

Mode ini bisa membantu menghemat waktu dan penggunaan energi. Jadi, kalau cucianmu hanya sedikit dan tidak terlalu kotor, mode quick bisa menjadi pilihan yang praktis. Kamu tidak perlu menunggu selama siklus pencucian normal hanya untuk mencuci pakaian yang sebenarnya masih cukup bersih.

Meski praktis, mode quick wash sebaiknya tidak digunakan untuk semua jenis cucian. Pakaian dengan noda berat membutuhkan waktu pencucian yang lebih lama agar kotoran bisa terangkat dengan maksimal.

Mode ini juga kurang cocok untuk pakaian yang sebelumnya sudah diberi cairan penghilang noda. Pakaian yang membutuhkan air panas untuk menghilangkan kotoran juga sebaiknya dicuci menggunakan mode lain.

 

2. Bagaimana dengan Sprei dan Handuk?

Sprei dan handuk termasuk barang yang sebaiknya tidak dicuci menggunakan mode quick wash secara rutin. Barang-barang tersebut lebih sering digunakan dan menyimpan noda, minyak tubuh, serta penumpukan bakteri.

Untuk jenis cucian seperti ini, siklus yang lebih lama dengan suhu yang lebih tinggi lebih sesuai. Dengan begitu, proses pencucian dan pembilasan bisa berlangsung lebih maksimal.

Mode quick wash memang menghemat waktu, tetapi bukan berarti semakin sering digunakan semakin baik. Jumlah pembilasan yang lebih sedikit juga dapat membuat sisa deterjen dan produk pencuci lainnya menumpuk di dalam mesin jika mode ini digunakan terus-menerus.

3. Pilih Mode Mesin Cuci Sesuai Jenis Cucian

Pakaian sehari-hari dengan tingkat kotoran normal disarankan dicuci gunakan mode normal. Sementara itu, pakaian yang sangat kotor seperti pakaian kerja, handuk, atau sprei dapat dicuci dengan mode heavy duty.

Mode delicates juga bisa digunakan untuk pakaian yang membutuhkan perawatan lebih lembut. Sedangkan quick wash, ini cukup digunakan untuk cucian dalam jumlah sedikit dan tidak terlalu kotor.

(Djanti Virantika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya