Mengenal Aichi dan Nagoya, Tuan Rumah Asian Games 2026 yang Punya Banyak Destinasi Wisata

Djanti Virantika, Jurnalis
Sabtu 19 September 2026 14:05 WIB
Aichi dan Nagoya. (Foto: Freepik)
Share :

AICHI dan Nagoya menjadi sorotan dunia pada 2026 karena dipercaya menjadi tuan rumah Asian Games 2026. Selain menjadi lokasi pertandingan olahraga, kawasan ini juga menawarkan beragam destinasi wisata, mulai dari kastel bersejarah, kuil kuno, museum teknologi hingga taman bertema Studio Ghibli.

Asian Games Aichi-Nagoya 2026 berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober 2026. Sejumlah pertandingan digelar di Nagoya dan kota-kota lain di Prefektur Aichi.

Bagi wisatawan yang datang ke Jepang untuk menyaksikan Asian Games, Aichi dan Nagoya juga bisa menjadi pilihan untuk menikmati berbagai destinasi wisata khas Jepang. Apa saja?

1. Mengenal Aichi-Nagoya

Aichi merupakan sebuah prefektur yang berada di wilayah Chubu, Pulau Honshu, Jepang. Kawasan ini dikenal sebagai salah satu pusat industri penting Jepang, termasuk industri otomotif dan penerbangan.

Di laman resmi Asian Games, Aichi-Nagoya juga digambarkan sebagai kawasan yang berada di pusat Jepang secara geografis serta memiliki perpaduan antara teknologi, tradisi, dan industri. Pada Asian Games 2026, berbagai kota di Prefektur Aichi ikut menjadi lokasi pertandingan. Venue tersebar antara lain di Nagoya, Toyota, Okazaki, Toyohashi, Anjo, Gamagori, dan sejumlah kota lainnya. Aichi Nagoya 2026

Sementara itu, Nagoya merupakan ibu kota Prefektur Aichi sekaligus salah satu kota terbesar di Jepang. Kota ini menjadi pusat utama penyelenggaraan Asian Games 2026.

Nagoya berada di antara Tokyo dan Kyoto sehingga cukup mudah dijangkau dari berbagai kota besar di Jepang. Dari Tokyo, perjalanan menuju Nagoya menggunakan Tokaido Shinkansen membutuhkan waktu sekitar 1 jam 40 menit. Kereta cepat tersebut berangkat dari Tokyo atau Shinagawa menuju Nagoya Station.

Karena waktu tempuhnya relatif singkat, wisatawan yang menginap di Tokyo juga dapat menjadikan Nagoya sebagai destinasi perjalanan singkat. Selain kereta, Aichi juga memiliki akses penerbangan melalui Chubu Centrair International Airport dan Nagoya Airport.

2. Deretan Destinasi Wisata

Salah satu destinasi yang paling identik dengan Nagoya adalah Nagoya Castle. Kastel ini memiliki sejarah yang berkaitan dengan periode Edo dan menjadi salah satu simbol Kota Nagoya. Salah satu ciri khasnya adalah ornamen ikan emas shachihoko yang berada di bagian atas kastel.

Pengunjung juga dapat melihat area Hommaru Palace serta menikmati kawasan taman di sekitar kastel. Nagoya Castle menjadi pilihan menarik bagi wisatawan yang ingin melihat sisi sejarah Jepang sekaligus berburu foto dengan latar arsitektur tradisional.

Kemudian, ada Atsuta Jingu. Tempat ini cocok untuk wisatawan yang ingin merasakan suasana spiritual Jepang. Kuil Shinto ini disebut telah berdiri sekitar 1.900 tahun dan memiliki kawasan yang luas dengan pepohonan tua.

Atsuta Jingu juga dikenal karena keterkaitannya dengan Kusanagi-no-Tsurugi, salah satu dari Tiga Regalia Kekaisaran Jepang, meski pedang tersebut tidak dipertontonkan kepada publik.  Lokasinya juga cukup mudah dijangkau. Atsuta Jingu berjarak sekitar tiga menit berjalan kaki dari Jingu-mae Station menggunakan Meitetsu Line.

Ketiga, ada Ghibli Park. Penggemar film animasi Studio Ghibli dapat mengunjungi Ghibli Park, taman yang menghadirkan berbagai dunia dari karya-karya Studio Ghibli.

Taman ini berada di dalam Expo 2005 Aichi Commemorative Park dan memiliki sejumlah area bertema, seperti Hill of Youth, Ghibli's Grand Warehouse, Dondoko Forest, Mononoke Village, dan Valley of Witches. Untuk berkunjung ke Ghibli Park, wisatawan perlu melakukan reservasi terlebih dahulu.

Destinasi lain yang menarik bagi pencinta sejarah adalah Tokugawa Art Museum. Museum ini menyimpan berbagai koleksi yang berkaitan dengan budaya samurai, seperti pedang, zirah, perlengkapan upacara minum teh, keramik, kaligrafi, hingga kostum dan topeng Noh. Koleksinya juga mencakup sejumlah benda bernilai sejarah tinggi.

Tempat ini cocok bagi wisatawan yang ingin mengenal lebih jauh kehidupan bangsawan dan budaya Jepang pada masa lampau.

 

3. Menikmati Kuliner Khas Nagoya

Selain wisata sejarah dan teknologi, Nagoya juga dikenal dengan kulinernya. Beberapa makanan khas yang bisa dicoba antara lain miso katsu, tebasaki atau sayap ayam berbumbu, serta Taiwan ramen.

Kawasan sekitar Nagoya Station dan pusat kota menjadi salah satu tempat yang mudah untuk menemukan kuliner khas tersebut.

4. Nagoya Jadi Kota Utama Asian Games 2026

Opening Ceremony dan Closing Ceremony Asian Games 2026 berlangsung di Nagoya City Mizuho Park Athletic Stadium. Sejumlah pertandingan juga digelar di berbagai venue yang berada di dalam Kota Nagoya, termasuk Aichi International Arena.

Asian Games 2026 menjadi momen bersejarah bagi Jepang karena merupakan kali ketiga negara tersebut menjadi tuan rumah Asian Games. Sebelumnya, Jepang menggelar Asian Games di Tokyo pada 1958 dan Hiroshima pada 1994.

Asian Games Aichi-Nagoya 2026 diikuti atlet dari 45 negara dan wilayah di Asia. Berdasarkan informasi Komite Olimpiade Jepang, terdapat 43 cabang olahraga yang dipertandingkan.

Pertandingan tidak hanya berlangsung di Aichi. Beberapa kompetisi juga menggunakan venue di luar prefektur tersebut, termasuk di Tokyo, Shizuoka, dan sejumlah lokasi lainnya.

Penyelenggaraan Asian Games juga menjadi kesempatan bagi Aichi dan Nagoya memperkenalkan budaya serta kehidupan kotanya kepada pengunjung dari berbagai negara. Di pusat Nagoya, misalnya, digelar ONE ASIA WORLD, sebuah fan zone resmi selama Asian Games yang menghadirkan olahraga, budaya, kuliner, musik, dan berbagai aktivitas lainnya. Lokasinya berada di kawasan Hisaya-odori Park, Oasis 21, dan Sakae Hiroba.

Pemerintah Kota Nagoya juga menyiapkan berbagai program budaya yang memperkenalkan sejarah, seni, alam, industri, hingga kuliner khas setempat selama penyelenggaraan Asian Games. Dengan perpaduan kota modern, industri, budaya, dan tradisi Jepang, Aichi-Nagoya 2026 bukan hanya menjadi panggung bagi ribuan atlet Asia untuk berkompetisi, tetapi juga menjadi kesempatan bagi Jepang memperkenalkan karakter kawasan tersebut kepada dunia.

(Djanti Virantika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya