Bahan Baju yang Aman saat Abu Vulkanik Menyebar, Ini yang Perlu Dipilih

Agustina Wulandari , Jurnalis
Senin 07 September 2026 18:06 WIB
Ilustrasi bahan nilon untuk dipakai saat abu vulkanik menyebar. (Foto: dok Magnific)
Share :

Namun, ini berbeda dengan kemampuan filtrasi. Abu vulkanik merupakan partikel halus yang dapat masuk ke udara dan terhirup. Penelitian NIOSH/CDC juga menunjukkan bahwa paparan abu vulkanik merupakan persoalan partikulat yang perlu diperhatikan, terutama bagi saluran pernapasan.

Bahan nilon atau parasut bisa menjadi pilihan sebagai lapisan luar pakaian ketika abu vulkanik sedang bertebaran. Permukaannya yang relatif licin membuat abu yang menempel lebih mudah dibersihkan. Namun, bahan ini bukan berarti dapat menyaring abu atau memberikan perlindungan terhadap partikel yang terhirup.

Penggunaan jaket berbahan tersebut lebih ditujukan untuk mengurangi kontak langsung abu dengan kulit dan pakaian yang dikenakan di dalamnya. Setelah digunakan di luar rumah, jaket sebaiknya dibersihkan dan tidak dikibaskan di dalam ruangan agar abu tidak kembali beterbangan.

Pakaian Terkena Abu Vulkanik, Harus Bagaimana?

Jika pakaian sudah terlanjur terkena abu vulkanik, jangan langsung digunakan kembali. Segera pisahkan pakaian tersebut dari pakaian bersih dan cuci sebelum dipakai lagi.

Hal yang juga perlu diperhatikan adalah proses membersihkannya. Jangan mengibaskan pakaian di dalam rumah karena partikel abu dapat kembali masuk ke udara dan terhirup.

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya