Sampah Rumah Tangga Disulap Jadi Cuan, Ibu-Ibu Ciptakan Produk Bernilai

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis
Senin 24 Agustus 2026 14:58 WIB
Sampah Rumah Tangga Disulap Jadi Cuan, Ibu-Ibu Ciptakan Produk Bernilai (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA – Pengelolaan sampah rumah tangga mulai dimanfaatkan sebagai peluang untuk menambah penghasilan sekaligus memperkuat peran perempuan di lingkungan keluarga dan masyarakat. Sejumlah ibu rumah tangga di Telukjambe, Karawang, mengikuti pelatihan pengolahan sampah menjadi produk yang dapat digunakan kembali dan memiliki nilai ekonomi.

Program ini melibatkan ibu rumah tangga yang tergabung dalam Kelompok Sadar Sampah PERURI (KSSP) serta warga sekitar yang memiliki ketertarikan terhadap pengelolaan sampah. Sebanyak 25 anggota KSSP dan 15 ibu rumah tangga dari lingkungan sekitar mengikuti kegiatan yang berlangsung di Rumah BUMN Karawang, Telukjambe.

Berbeda dengan pelaksanaan tahun pertama yang lebih banyak berfokus pada edukasi dasar mengenai pemilahan sampah dan pengolahan sampah organik menggunakan metode Takakura, kegiatan tahun ini diarahkan pada peningkatan keterampilan yang dapat mendukung pemberdayaan ekonomi.

Proses Daur Ulang Sampah

Para peserta diperkenalkan dengan proses daur ulang sampah rumah tangga untuk menghasilkan barang yang dapat digunakan kembali. Sampah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai diolah menjadi produk turunan sehingga berpotensi menjadi sumber pemasukan tambahan bagi keluarga.

Pendekatan tersebut juga memperkenalkan konsep ekonomi sirkular kepada masyarakat. Melalui konsep ini, barang yang sudah tidak digunakan tidak langsung berakhir sebagai limbah, tetapi dapat dimanfaatkan kembali sehingga memiliki fungsi dan nilai baru.

Koordinator Corporate Communication & TJSL PERURI, Yahdi Lil Ihsan, mengatakan pengelolaan sampah dapat menjadi sarana untuk meningkatkan keterampilan masyarakat sekaligus menciptakan nilai tambah.

“Kami ingin mendorong masyarakat agar mampu melihat sampah sebagai sebuah sumber daya yang dapat diolah secara kreatif. Pengalaman praktis langsung kami berikan melalui pelatihan pembuatan produk recycle berbahan dasar sampah rumah tangga. Dengan begitu, pengelolaan sampah tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah bagi masyarakat,” ujar Yahdi.

Pemberdayaan perempuan menjadi salah satu aspek yang dikembangkan dalam program tersebut. Ibu rumah tangga tidak hanya ditempatkan sebagai penerima edukasi, tetapi juga didorong untuk memiliki keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi aktivitas produktif.

Selain keterampilan mengolah sampah, peserta yang telah lebih dulu bergabung dalam KSSP juga diarahkan untuk membagikan pengetahuan kepada perempuan lain di lingkungan sekitar. Mereka diharapkan dapat berperan sebagai mentor sehingga keterampilan pengelolaan sampah tidak berhenti pada kelompok peserta awal.

Model tersebut memungkinkan terjadinya transfer pengetahuan secara berkelanjutan di tingkat masyarakat. Semakin banyak warga yang memahami cara memilah dan mengolah sampah, semakin besar pula peluang terbentuknya kelompok masyarakat yang mampu mengelola limbah secara mandiri.

Program ini juga didukung dengan penyediaan sarana dan prasarana bagi KSSP. Kolaborasi dengan pemerintah setempat dan masyarakat diarahkan untuk membangun pengelolaan sampah yang tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi warga.

Dengan keterampilan yang diperoleh, sampah rumah tangga dapat dipandang bukan sekadar persoalan lingkungan. Bagi para perempuan yang terlibat, kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk belajar, berbagi keterampilan, dan mengembangkan peluang penghasilan tambahan bagi keluarga.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya