Faktor sosial ekonomi, seperti akses terhadap makanan bergizi, pendidikan, dan pelayanan kesehatan, juga diketahui berpengaruh terhadap pertumbuhan.
Beberapa kelainan bawaan dapat menyebabkan tinggi badan jauh di bawah atau di atas rata-rata.
Misalnya, achondroplasia merupakan kelainan genetik yang menyebabkan gangguan pertumbuhan tulang sehingga penderitanya memiliki tubuh pendek. Sementara sindrom Turner juga dapat menghambat pertumbuhan pada perempuan.
Sebaliknya, kondisi seperti sindrom Marfan, sindrom Klinefelter, maupun gigantisme dapat menyebabkan seseorang memiliki postur lebih tinggi dari rata-rata akibat faktor genetik atau gangguan hormon.
Hormon memegang peranan penting dalam proses pertumbuhan, terutama saat memasuki masa pubertas. Hormon pertumbuhan, hormon tiroid, testosteron, dan estrogen bekerja sama mengatur perkembangan tulang.