“Mom & Dad, selain melihat frekuensi pipis, lihat juga bagaimana warna pipis anak. Kalau warnanya menjadi lebih pekat atau berubah, kemudian baunya menjadi lebih menyengat, ini perlu diwaspadai dan dikonsultasikan ke dokter," paparnya.
Menurut dr. Reza, berkurangnya frekuensi buang air kecil juga bisa menjadi tanda awal dehidrasi. Kondisi tersebut umumnya disertai gejala lain yang dapat dikenali melalui pengamatan sederhana di rumah.
“Atau misalnya anaknya terlihat lemas atau ada tanda-tanda dehidrasi, misalnya bibirnya kering, mulutnya kering, air matanya berkurang, kulitnya kering. Bisa jadi ini tanda dehidrasi dan mungkin si kecil membutuhkan asupan cairan yang lebih banyak," jelas dr. Reza.
Namun, jika anak jarang buang air kecil disertai pembengkakan pada mata, kaki, atau perut, orang tua perlu lebih waspada. Menurut dr. Reza, kondisi tersebut dapat menjadi tanda adanya gangguan ginjal yang memerlukan pemeriksaan medis lebih lanjut.
“Atau justru misalnya anaknya jarang pipis dan kelihatan ada bengkak di mata, di kaki, di perutnya, ini juga merupakan gejala-gejala masalah ginjal pada anak yang perlu dikonsultasikan lebih lanjut ke dokter,” pungkasnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)