KISAH mengharukan dari tragedi tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, terus bermunculan. Kini, kabar terbaru datang dari anak yang diberikan pelampung terakhir oleh kakeknya sebelum kapal tenggelam.
Anak berusia 8 tahun itu dikabarkan telah ditemukan tim SAR dalam keadaan selamat. Anak perempuan itu berhasil diselamatkan setelah 4 hari terombang-ambing di lautan.
Bocah berinisial DY menjadi salah satu korban selamat dari musibah yang terjadi di perairan Laut Flores. Kisahnya menyentuh hati publik karena sebelum kapal tenggelam, sang kakek, Umar (80), dikabarkan rela memberikan pelampung terakhir yang dimilikinya agar sang cucu bisa bertahan hidup.
Keputusan Umar menjadi pengorbanan yang tak terlupakan. Di tengah kepanikan saat kapal mulai karam, ia lebih memilih menyelamatkan cucunya dibanding dirinya sendiri.
Dilansir dari Instagram @makassarhitskekinian, tak hanya itu, perjuangan DY selama berada di tengah lautan juga begitu memilukan. Selama empat hari, bocah tersebut bertahan hidup dengan berpegangan pada pelampung gabus sambil terombang-ambing di lautan.
Dalam masa-masa itu, DY juga harus menghadapi kehilangan besar. Ia menyaksikan ibunya meninggal dunia setelah kehabisan tenaga saat sama-sama berusaha bertahan di atas pelampung.
Meski berada dalam kondisi yang sangat berat, DY berhasil bertahan. Hingga akhirnya, dia ditemukan oleh tim penyelamat dalam keadaan hidup.
Kisah penyelamatan ini langsung viral dan menuai simpati dari masyarakat. Banyak warganet mengaku terharu dengan pengorbanan sang kakek yang rela memberikan kesempatan hidup kepada cucunya, sekaligus mengagumi ketangguhan DY yang mampu bertahan sendirian selama berhari-hari di tengah laut.
Sementara itu, tim SAR gabungan masih melanjutkan operasi pencarian terhadap korban lain yang hingga kini belum ditemukan. Pencarian difokuskan di wilayah Laut Flores dan sekitar Kepulauan Sabalana, dengan mengerahkan kapal, personel penyelamat, dan dukungan pemantauan udara.
“Sedih banget,” ucap netizen.
“Harusnya pihak berwenang menyelidiki menertibkan ini dan tentu saja memberi sanksi. Kok bisa jumlah penumpang lebih banyak daripada jumlah pelampung,” timpal netizen.
(Djanti Virantika)