Susah Ereksi meski Usia Masih Muda? Ini Penjelasan Dokter

Niko Prayoga , Jurnalis
Selasa 21 Juli 2026 02:10 WIB
Susah Ereksi meski Usia Masih Muda? Ini Penjelasan Dokter (Foto: Freepik)
Share :

JAKARTA – Disfungsi ereksi tidak selalu disebabkan oleh faktor usia atau kondisi psikologis. Dalam banyak kasus, gangguan ini bisa menjadi tanda adanya penyakit kronis, salah satunya diabetes yang tidak terkontrol. Kadar gula darah yang tinggi dalam jangka panjang diketahui dapat merusak saraf dan pembuluh darah sehingga memengaruhi fungsi seksual pria.

Diabetes menjadi salah satu penyakit yang saat ini mendapat perhatian serius. Selain meningkatkan risiko berbagai komplikasi, penyakit ini juga dapat memicu gangguan reproduksi, termasuk disfungsi ereksi.

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan juga terus memperkuat upaya deteksi dini diabetes mellitus melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Langkah ini dilakukan agar penderita dapat segera memperoleh penanganan sebelum muncul komplikasi yang lebih serius.

Disfungsi Ereksi akibat Diabetes

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi sekaligus konten kreator kesehatan, dr. Fajar Alam, dalam unggahan video di akun Instagram pribadinya menjelaskan bahwa diabetes kronis dapat menyebabkan disfungsi ereksi akibat kerusakan saraf yang dipicu kadar gula darah tinggi dalam waktu lama.

“Kenapa pada penderita diabetes kronis itu lebih susah untuk ereksi atau terjadi disfungsi ereksi? Karena memang peningkatan gula darah yang kronis itu bisa menyebabkan gangguan saraf pada organ vital pria,” kata dr. Fajar.

Karena itu, kondisi diabetes, terutama pada pria, perlu mendapat perhatian sejak dini. Salah satu langkah yang dianjurkan adalah memeriksa kadar gula darah secara berkala agar peningkatan gula darah dapat segera diketahui dan ditangani.

“Sehingga langkah terbaiknya adalah selalu menjaga gula darah tetap di level normal. Mencegah tentu lebih baik daripada mengobati. Caranya dengan rutin mengecek kadar gula darah agar ketika mulai meningkat bisa segera diperiksakan atau ditangani,” jelasnya.

dr. Fajar menambahkan, bagi penderita yang kadar gula darahnya sudah meningkat, pengendalian dapat dilakukan dengan menjaga pola makan dan membatasi konsumsi makanan maupun minuman tinggi gula. Ia juga menyarankan agar nilai HbA1c dipertahankan di bawah 7 persen sebagai indikator kontrol gula darah yang baik.

“Lalu bagaimana yang sudah gula darahnya naik? Targetnya adalah hasil pemeriksaan HbA1c sebaiknya di bawah 7 secara berkala. Kalau sudah di bawah 7, artinya dalam tiga bulan terakhir gula darah berada dalam kondisi baik, sehingga disfungsi ereksi bisa dicegah,” pungkasnya.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya