Minum Yoghurt Belum Tentu Sehat, Ini Penjelasan Menkes Budi

Niko Prayoga , Jurnalis
Senin 29 Juni 2026 11:05 WIB
Menkes Budi mengingatkan tidak semua produk yoghurt memberikan manfaat kesehatan yang sama. (Foto: dok Instagram/bgsadikin)
Share :

JAKARTA – Masyarakat kerap menganggap yoghurt sebagai pilihan camilan yang selalu menyehatkan bagi tubuh. Namun, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan bahwa tidak semua produk yoghurt memberikan manfaat kesehatan yang sama, tergantung pada jenis dan kandungan nutrisi di dalamnya.

Hal itu diungkapkan Budi dalam unggahan video di akun Instagramnya. Ia menyoroti kekeliruan umum di masyarakat yang menganggap konsumsi yoghurt secara otomatis akan menyehatkan tanpa memperhatikan komposisi produk. Menurutnya, pemilihan produk yang salah justru dapat berisiko meningkatkan kadar gula darah.

"Katanya minum yoghurt itu sehat. Saya sebenarnya kurang setuju, karena tergantung yoghurtnya yang mana. Nah, saran saya cek labelnya dulu sebelum beli," kata Budi, dikutip Minggu (28/6/2026).

Ia menjelaskan bahwa konsumen biasanya mencari yoghurt karena kandungan probiotik dan proteinnya yang tinggi. Namun, banyak produk yoghurt di pasaran yang kini telah ditambahkan berbagai perasa dan pemanis tambahan. Akibatnya, alih-alih mendapatkan asupan nutrisi yang sehat, konsumen justru lebih banyak mengonsumsi gula.

"Biasanya, kalau orang beli yoghurt yang dicari, kan probiotiknya atau juga proteinnya. Tapi, kalau sudah ditambah rasa-rasa seperti ini, yang didapat malah gulanya," ucapnya

Sebagai solusi, Budi menyarankan masyarakat untuk lebih selektif dalam memilih produk yoghurt. Ia merekomendasikan jenis yoghurt yang minim tambahan rasa agar manfaat kesehatannya dapat dirasakan secara optimal.

"Jadi kalau mau beli yoghurt, cari yoghurt yang plain atau yoghurt Greek, karena mereka ini proteinnya tinggi, probiotiknya tinggi, namun gulanya rendah," tutur Budi.

Selain itu, ia juga mengingatkan terkait dampak dari konsumsi yoghurt yang tidak tepat, terutama pada produk yang kaya akan gula tambahan. Ia mengkhawatirkan masyarakat akan terkecoh dengan label sehat pada kemasan.

"Jadi jangan ketipu sama rasa-rasa ini ya, dikira sehat, malah pada saat kita cek kesehatan gratis, gulanya malah naik," tuturnya.

(Agustina Wulandari )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya