Anggapan bahwa nail art terlalu sering berbahaya untuk tubuh tidak sepenuhnya benar. Faktanya, risiko lebih dipengaruhi oleh jenis produk, frekuensi penggunaan, serta cara perawatan kuku setelahnya, bukan semata-mata karena nail art itu sendiri.
Para ahli menyarankan untuk tidak menggunakan cat kuku secara terus-menerus, memberikan jeda agar kuku dapat beristirahat, serta menjaga kelembapan kuku dan kutikula agar tetap sehat. Selain itu, penting juga untuk menghapus cat kuku dengan cara yang lembut agar tidak merusak lapisan kuku.
Nail art tidak serta-merta berbahaya bagi tubuh jika dilakukan dengan bijak. Namun, penggunaan berlebihan tanpa perawatan yang tepat dapat meningkatkan risiko seperti kuku kering, rapuh, atau iritasi. Jadi, kuncinya adalah moderasi dan perawatan yang tepat, bukan menghindarinya sepenuhnya.
(Djanti Virantika)