“Jadi, pada fase ini terjadi perubahan aktivitas sistem saraf otonom, di mana sistem saraf parasimpatik menjadi lebih dominan yang berperan dalam proses relaksasi dan peningkatan aliran darah ke organ tertentu, termasuk penis,” jelasnya.
Saat aliran darah meningkat menuju penis, jaringan erektil bernama corpora cavernosa mengalami pelebaran pembuluh darah. Kondisi tersebut membuat darah memenuhi jaringan erektil sehingga memicu ereksi spontan tanpa adanya rangsangan seksual.
Menurut dr. Aditya, secara fisiologis kondisi ini dapat terjadi sekitar tiga hingga lima kali dalam semalam dan paling sering disadari ketika seseorang bangun pada pagi hari.
“Tapi secara fisiologis, fenomena ini bisa terjadi sekitar tiga sampai lima kali setiap malam. Dan salah satu yang paling sering terjadi ketika seseorang terbangun di pagi hari,” pungkas dr. Aditya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)