JAKARTA - Banyak pria mengira ukuran organ intim berpengaruh terhadap ketahanan saat berhubungan seksual. Namun, Dokter Spesialis Andrologi dr. Jefry Tribowo menegaskan bahwa ejakulasi dini tidak ada kaitannya dengan ukuran penis, melainkan dipengaruhi berbagai faktor lain, mulai dari kondisi fisik hingga psikologis.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, dr. Jefry menjelaskan bahwa penyebab ejakulasi dini pada pria sangat kompleks. Menurutnya, salah satu faktor yang cukup berpengaruh adalah faktor genetik atau keturunan.
“Kondisi ejakulasi dini sejak awal menikah itu sebetulnya sangat luas kemungkinan faktornya. Bisa jadi karena faktor genetik atau keturunan,” kata dr. Jefry.
Selain faktor keturunan, kondisi fisik organ reproduksi juga dapat memicu ejakulasi dini. Salah satunya adalah hipersensitivitas atau sensitivitas berlebih pada penis.
“Faktor lain bisa juga karena penis terlalu sensitif alias hipersensitivitas penis. Akibat terlalu sensitif, ketika akan berhubungan, pengeluaran bisa terjadi lebih cepat dari seharusnya,” jelasnya.
Tak hanya itu, faktor psikologis juga memiliki peran penting. Stres, rasa cemas, tekanan mental, hingga kekhawatiran berlebihan disebut dapat memengaruhi kemampuan pria dalam mengontrol ejakulasi.
Dalam penjelasannya, dr. Jefry juga meluruskan anggapan yang berkembang di masyarakat terkait hubungan ukuran penis dengan durasi hubungan seksual. Ia menegaskan bahwa keduanya tidak saling berkaitan.
“Terkait apakah ada hubungan antara ukuran panjang penis dengan durasi ejakulasi, jawabannya tidak ada. Bukan berarti seseorang yang penisnya panjang akan memiliki durasi lebih lama, tidak juga,” ujarnya.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya dengan mitos yang belum terbukti secara medis dan lebih fokus memahami penyebab utama ejakulasi dini agar bisa mendapatkan penanganan yang tepat.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)