Hal itu berpengaruh terhadap harga pokok penjualan (HPP) kopi di kedai tersebut. Namun, tidak terlalu berpengaruh terhadap jumlah penjualan. Selain itu, menyarankan pelanggan menggunakan tumbler menjadi langkah antisipatif di tengah ketidakpastian kondisi global yang berpengaruh terhadap harga plastik.
“Biasa beli Rp23 ribu jadi Rp28 ribu, kenaikan lima sampai sepuluh ribu. Untuk sekarang enggak terlalu berpengaruh besar, takutnya nanti malah lebih mahal lagi. HPP pasti naik, kalau harga jual masih sama enggak ada kenaikan, cuma margin keuntungannya mengecil,” ucap dia.
Irfan berharap langkah menyarankan penggunaan tumbler ini bisa dilakukan seterusnya. Apalagi hingga saat ini hal tersebut masih terbilang efektif berjalan dan tidak ada komplain dari pelanggan.
“Komplain sih enggak ada, pengennya sampai seterusnya, kalau semua pakai tumbler pasti efektif untuk pembelian plastik,” pungkas dia.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)