JAKARTA - Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas) telah diresmikan pada 28 Maret 2029. Aturan ini mewajibkan seluruh platform digital membatasi akses anak sesuai usia serta memperkuat pelindungan data pribadi anak.
Di era digital seperti sekarang, media sosial menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, termasuk bagi anak-anak. Namun, penggunaan yang berlebihan dapat berdampak negatif pada kesehatan mental, prestasi belajar, hingga hubungan sosial mereka.
Oleh karena itu, penting bagi orangtua untuk mengambil langkah bijak dalam mengatasi kecanduan media sosial pada anak.
Berikut lima cara yang bisa dilakukan, dirangkum iNews Media Group, Minggu (29/3/2026).
1. Batasi Waktu Penggunaan Gadget
Langkah pertama yang paling efektif adalah menetapkan batasan waktu penggunaan media sosial. orangtua bisa membuat jadwal harian, misalnya hanya 1–2 jam per hari setelah anak menyelesaikan tugas sekolah. Konsistensi sangat penting agar anak terbiasa dengan aturan tersebut.
2. Ajak Anak Melakukan Aktivitas Alternatif
Alihkan perhatian anak dari media sosial dengan kegiatan yang lebih bermanfaat, seperti olahraga, membaca buku, atau mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Aktivitas ini tidak hanya mengurangi waktu layar, tetapi juga membantu perkembangan fisik dan sosial anak.
3. Jadilah Contoh yang Baik
Anak cenderung meniru perilaku orangtua. Jika orangtua juga sering bermain gadget, anak akan menganggap hal tersebut sebagai sesuatu yang wajar. Mulailah dengan membatasi penggunaan gadget Anda sendiri, terutama saat bersama keluarga.
4. Bangun Komunikasi yang Terbuka
Cobalah untuk berdiskusi dengan anak tentang dampak negatif penggunaan media sosial secara berlebihan. Dengarkan alasan mereka menggunakan media sosial, lalu berikan pemahaman dengan cara yang tidak menghakimi. Komunikasi yang baik akan membuat anak lebih mudah diajak bekerja sama.
5. Gunakan Fitur Kontrol orangtua
Manfaatkan fitur parental control yang tersedia di berbagai perangkat atau aplikasi. Fitur ini memungkinkan orangtua untuk memantau aktivitas anak, membatasi akses, hingga mengatur waktu penggunaan secara otomatis.
Mengatasi kecanduan media sosial pada anak memang membutuhkan kesabaran dan konsistensi. Dengan pendekatan yang tepat, anak dapat belajar menggunakan teknologi secara bijak dan seimbang.
(Rani Hardjanti)