JAKARTA - Selama bulan Ramadhan, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin membagikan konten edukasi seputar tips berpuasa seperti rekomendasi makanan sehat untuk sahur dan berbuka. Terkini pada Jumat (27/2/2026) dalam konten Budi Gemar Sharing #BGS, Budi Gunadi membahas soal pilihan menu sahur yang dinilai lebih sehat dan tidak mudah membuat lapar saat berpuasa.
Dalam video itu, dibahas kebiasaan sebagian masyarakat Indonesia yang memilih mi instan sebagai menu untuk sahur karena praktis. Apalagi biasanya mi instan ditambah nasi karena stigma "cepat kenyang".
“Siapa di sini yang makannya mi instan untuk sahur supaya sat-set? Lagi ditambah sama nasi! Makan kenyang sih, cuma pada saat sahur doang. Nanti kalau sudah siang pasti lapar lagi,” ujar Budi.
Budi menjelaskan bahwa memang betul makan nasi dan mi membuat rasa kenyang. Namun, rasa kenyang dari makanan tinggi karbohidrat sederhana tidak bertahan lama, sehingga tubuh lebih cepat merasa lapar ketika kadar gula darah kembali turun.
Sebagai alternatif, disarankan menu sahur yang fokus pada protein dan lemak baik. Budi mencontohkan dengan konsumsi dua butir telur rebus sebagai sumber protein dan alpukat sebagai sumber lemak sehat.
“Menu sahur saya ada dua hal yang penting. Satu adalah telur rebus karena saya butuh proteinnya. Yang kedua adalah alpukat karena saya butuh lemak baik,” ujar Budi.
Kombinasi protein dan lemak sehat dinilai dapat membantu menjaga rasa kenyang lebih lama serta menghindari lonjakan gula darah secara mendadak. Dengan demikian, energi yang dihasilkan lebih stabil selama berpuasa.
“Tujuannya untuk menghindari kenaikan gula yang mendadak,” lanjutnya.
Budi Gunadi juga meluruskan soal pandangan yang menganggap sahur dengan telur dan alpukat cenderung lebih mahal. Ia menjelaskan dua butir telur diperkirakan sekitar Rp 5 ribu, sementara setengah buah alpukat sekitar Rp 7,5 ribu.
Total biaya sekitar Rp 13 ribu disebut masih sebanding dengan harga menu sarapan seperti nasi uduk yang biasanya dijual di pinggir jalan. Rekomendasi pola makan saat sahur ini menekankan pentingnya asupan protein dan lemak sehat agar energi lebih tahan lama selama menjalankan ibadah puasa.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)