Ungkap Ada 120 Ribu Pasien Penyakit Kronis Dihapus PBI JK, Menkes: Usulan Kami Direaktivasi

Achmad Al Fiqri, Jurnalis
Senin 09 Februari 2026 17:02 WIB
Ungkap Ada 120 Ribu Pasien Penyakit Kronis Dihapus PBI JK, Menkes: Usulan Kami Direaktivasi. (Foto: Achmad Al Fiqri/Okezone)
Share :

JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, mengungkapkan lebih dari 120 ribu pasien penyakit kronis dihapus dari Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK). Untuk itu, ia mengusulkan agar ratusan ribu pasien penyakit kronis bisa direaktivasi.

Hal ini diungkapkan Budi saat Rapat Konsultasi bersama Pimpinan DPR RI, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (9/2/2026). Ia mengusulkan agar, reaktivasi dilakukan secara otomatis terhadal 120 ribu pasien penyakit kronis ini.

"Usulan kami, untuk bisa meng-address kebutuhan masyarakat kita mengusulkan agar bisa dikeluarkan SK Kemensos, untuk tiga bulan ke depan layanan katastropik yang 120.000 tadi itu otomatis direaktivasi," ujar Budi dalam rapat.

"Jadi kalau maksudnya otomatis itu tidak perlu orangnya datang ke fasilitas kesehatan, tapi oleh pemerintah langsung direaktivasi, sehingga tidak ada berhenti atau keraguan baik rumah sakit maupun masyarakat, dan ini cukup dengan SK Kemensos," tambahnya.

 

Merujuk data Budi, 120 ribu peserta yang dikeluarkan dari PBI JK ini memiliki sejumlah penyakit kronis. Rincianjya sebagai berikut:

1. Penyakit Gagal Ginjal: 12.262

2. Penyakit Kanker: 16.804

3. Penyakit Jantung: 63.119

4. Penyakit Hemofilia: 114

5. Penyakit Stroke: 26.224

6. Penyakit Thalassemia: 673

7. Penyakit Sirosis Hati: 1.276

Dengan demikian, total peserta PBI JK yang dinonaktifkan dan mengidap penyakit kronis sebanyak 120.472

"Dan kalau ditanya biayanya berapa, kan tadi 120.000 kalau kali 42.000 PBI sebulan paling Rp5 miliar. Jadi kita minta kalau bisa ya Rp15 miliar lah dikeluarkan untuk otomatis mereaktivasi yang tadi PBI-nya keluar ya," ucap Budi.

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya