Masih Beredar, Galon Tua Ancam Kesehatan Konsumen dengan Zat Kimia Berbahaya

Agustina Wulandari , Jurnalis
Senin 09 Februari 2026 10:11 WIB
Ilustrasi galon air minum guna ulang yang sudah tua. (Foto: dok Unsplash/Jude Wilson)
Share :

Menurutnya, ini menunjukkan adanya masalah sistemik dalam pengawasan dan penarikan produk air minum dalam kemasan. 

Sementara itu, Ahli Polimer dari Universitas Indonesia, Profesor Mohamad Chalid, menyampaikan bahwa galon guna ulang memiliki batas usia pakai. “Kalau kita batasi 40 kali (pengisian ulang), itu artinya tidak sampai setahun. Itu batas amannya,” kata  Prof. Chalid dalam sebuah acara diskusi di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Ia menerangkan bahwa penggunaan dan proses pencucian yang berulang-ulang dapat merusak struktur kimia plastik, menyebabkan molekul BPA terlepas dan larut ke dalam air minum.

BPKN Desak Produsen Air Minum Tarik Galon Tua

Risiko kesehatan dari paparan BPA dalam jangka panjang tidak bisa dianggap remeh. Berbagai studi ilmiah telah mengaitkan BPA dengan gangguan kesuburan, masalah metabolisme seperti obesitas dan diabetes, gangguan perkembangan otak pada janin, hingga peningkatan risiko kanker payudara dan prostat.

Menanggapi temuan ini, Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) mendesak adanya tanggung jawab dari pihak produsen. Anggota BPKN, Fitrah Bukhari, menyerukan agar produsen segera mengambil tindakan tanpa harus menunggu paksaan hukum.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya